22 Manfaat Tongkat Ali untuk Kesehatan, Stamina Pria Berenergi - Jurnal Antasari

Minggu, 8 Februari 2026 oleh maharani

Tumbuhan herbal yang dikenal secara ilmiah sebagai Eurycoma longifolia adalah tanaman asli dari kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Vietnam.

Akar dari tanaman ini telah lama dimanfaatkan dalam sistem pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan dan sebagai suplemen peningkat vitalitas.

22 Manfaat Tongkat Ali untuk Kesehatan, Stamina Pria Berenergi - Jurnal Antasari

Kandungan senyawa bioaktif utamanya, seperti eurycomanone, quassinoid, alkaloid, dan flavonoid, menjadi dasar dari beragam khasiat farmakologis yang dimilikinya.

Penelitian modern terus mengeksplorasi dan memvalidasi efektivitas ekstrak tanaman ini, menjadikannya subjek yang menarik dalam bidang farmakologi dan kesehatan alami.

manfaat tongkat ali untuk kesehatan

  1. Meningkatkan Kadar Testosteron Salah satu khasiat yang paling terkenal dari ekstrak akar ini adalah kemampuannya untuk meningkatkan kadar testosteron pada pria.

    Senyawa di dalamnya diyakini merangsang produksi Luteinizing Hormone (LH) yang kemudian memberi sinyal pada testis untuk memproduksi lebih banyak testosteron.

    Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Andrologia menunjukkan bahwa suplementasi dengan ekstrak Eurycoma longifolia secara signifikan meningkatkan kadar testosteron serum pada pria dengan hipogonadisme.

    Peningkatan hormon ini berkontribusi pada berbagai aspek kesehatan pria, mulai dari fungsi seksual hingga komposisi tubuh.

  2. Meningkatkan Libido dan Fungsi Seksual Secara tradisional, tanaman ini digunakan sebagai afrodisiak untuk meningkatkan hasrat dan performa seksual. Peningkatan testosteron secara langsung berkorelasi dengan peningkatan libido atau gairah seksual pada pria maupun wanita.

    Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the International Society of Sports Nutrition menemukan bahwa ekstrak ini tidak hanya meningkatkan hasrat tetapi juga membantu mengatasi masalah disfungsi ereksi ringan.

    Mekanismenya melibatkan peningkatan aliran darah dan relaksasi otot polos, yang krusial untuk fungsi ereksi yang sehat.

  3. Memperbaiki Kualitas dan Kuantitas Sperma Kesehatan reproduksi pria sangat bergantung pada kualitas sperma, termasuk konsentrasi, motilitas (kemampuan bergerak), dan morfologi (bentuk).

    Beberapa penelitian klinis, seperti yang dilaporkan dalam Asian Journal of Andrology, menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak Eurycoma longifolia selama beberapa bulan dapat meningkatkan volume semen serta konsentrasi dan motilitas sperma.

    Efek ini diyakini berasal dari sifat antioksidan tanaman yang melindungi sperma dari kerusakan oksidatif dan perannya dalam menyeimbangkan hormon reproduksi.

  4. Mengurangi Stres dan Kecemasan Ekstrak ini menunjukkan sifat adaptogenik, yang berarti membantu tubuh beradaptasi dan mengatasi berbagai jenis stres, baik fisik maupun psikologis.

    Tanaman ini bekerja dengan cara menormalkan kadar hormon stres utama, yaitu kortisol, sambil meningkatkan kadar hormon "baik" seperti testosteron. Sebuah studi dalam Journal of the International Society of Sports Nutrition oleh Shawn M.

    Talbott dan rekan-rekannya menemukan bahwa subjek yang mengonsumsi ekstrak ini melaporkan penurunan signifikan pada ketegangan, kemarahan, dan kebingungan, serta menunjukkan profil hormon stres yang lebih sehat.

  5. Meningkatkan Komposisi Tubuh Dengan kemampuannya meningkatkan testosteron dan menurunkan kortisol, ekstrak herbal ini dapat memberikan dampak positif pada komposisi tubuh.

    Testosteron adalah hormon anabolik yang mendukung sintesis protein dan pertumbuhan otot, sementara kortisol yang tinggi dapat memicu penumpukan lemak, terutama di area perut.

    Kombinasi efek ini membantu mengurangi massa lemak dan meningkatkan massa tubuh tanpa lemak (lean body mass), menjadikannya suplemen yang populer di kalangan atlet dan individu yang ingin memperbaiki bentuk tubuh.

  6. Menambah Massa dan Kekuatan Otot Peningkatan testosteron secara langsung mendukung pertumbuhan otot atau hipertrofi.

    Penelitian yang melibatkan pria yang melakukan program latihan kekuatan menunjukkan bahwa kelompok yang mengonsumsi suplemen ekstrak Eurycoma longifolia mengalami peningkatan massa otot dan kekuatan yang lebih besar dibandingkan kelompok plasebo.

    Temuan yang dipublikasikan di British Journal of Sports Medicine menggarisbawahi potensi ergogenik dari tanaman ini untuk mendukung tujuan kebugaran dan atletik.

  7. Meningkatkan Performa Atletik dan Energi Selain meningkatkan kekuatan, tanaman ini juga dikenal dapat meningkatkan daya tahan dan tingkat energi secara keseluruhan.

    Efek ini mungkin terkait dengan kemampuannya meningkatkan efisiensi produksi energi di tingkat seluler dan mengurangi penumpukan asam laktat selama aktivitas fisik.

    Sifat adaptogeniknya juga membantu atlet pulih lebih cepat dari latihan intensif dan mengurangi rasa lelah, sehingga memungkinkan performa yang lebih konsisten dan optimal.

  8. Menurunkan Kadar Hormon Stres Kortisol Seperti yang telah disebutkan, salah satu mekanisme utama dari efek anti-stres tanaman ini adalah kemampuannya untuk meregulasi kortisol.

    Kadar kortisol yang kronis tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk penambahan berat badan, gangguan tidur, dan penurunan fungsi kekebalan tubuh.

    Dengan menyeimbangkan kadar kortisol, ekstrak ini membantu menciptakan keadaan fisiologis yang lebih tenang dan resilien terhadap tekanan sehari-hari.

  9. Memiliki Sifat Antioksidan Akar Eurycoma longifolia kaya akan senyawa antioksidan, seperti flavonoid, alkaloid, dan fenol. Antioksidan ini berfungsi untuk menetralisir radikal bebas, yaitu molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan kerusakan seluler dan stres oksidatif.

    Stres oksidatif merupakan faktor pemicu berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan penuaan dini, sehingga aktivitas antioksidan ini memberikan perlindungan seluler yang luas bagi tubuh.

  10. Menunjukkan Aktivitas Anti-inflamasi Peradangan kronis tingkat rendah merupakan akar dari banyak penyakit modern. Senyawa quassinoid yang terkandung dalam ekstrak ini telah terbukti memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat.

    Mekanismenya melibatkan penghambatan jalur biokimia yang memicu respons peradangan dalam tubuh. Dengan mengurangi inflamasi, tanaman ini berpotensi membantu meredakan gejala kondisi seperti radang sendi dan melindungi dari penyakit yang berhubungan dengan peradangan.

  11. Mendukung Kesehatan Tulang Kesehatan tulang yang optimal bergantung pada keseimbangan antara pembentukan tulang (osteoblas) dan resorpsi tulang (osteoklas). Testosteron memainkan peran penting dalam menjaga kepadatan mineral tulang.

    Dengan merangsang produksi testosteron, ekstrak ini secara tidak langsung dapat membantu mencegah pengeroposan tulang atau osteoporosis, terutama pada pria lanjut usia yang rentan mengalami penurunan kadar hormon ini.

  12. Berpotensi Melawan Sel Kanker Penelitian laboratorium awal menunjukkan bahwa beberapa senyawa quassinoid yang diisolasi dari Eurycoma longifolia, seperti eurycomanone, memiliki aktivitas sitotoksik terhadap beberapa jenis sel kanker, termasuk kanker paru-paru dan payudara.

    Studi yang diterbitkan dalam jurnal seperti Phytotherapy Research menunjukkan bahwa senyawa ini dapat menginduksi apoptosis atau kematian sel terprogram pada sel kanker.

    Namun, penelitian lebih lanjut pada manusia masih sangat diperlukan untuk mengonfirmasi potensi terapeutik ini.

  13. Meningkatkan Fungsi Kognitif Efek positif pada keseimbangan hormon dan pengurangan stres juga dapat berdampak pada fungsi otak.

    Dengan menurunkan kortisol yang berlebihan, yang dapat merusak neuron di hipokampus, ekstrak ini dapat membantu melindungi fungsi memori dan pembelajaran.

    Selain itu, peningkatan sirkulasi darah dan sifat antioksidannya juga berkontribusi pada kesehatan otak secara keseluruhan, membantu menjaga kejernihan mental dan fokus.

  14. Mengatur Kadar Gula Darah Beberapa studi pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak Eurycoma longifolia dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah. Mekanismenya diduga melibatkan peningkatan sensitivitas insulin, yang memungkinkan sel-sel tubuh menggunakan glukosa dengan lebih efisien.

    Potensi ini menjadikan tanaman ini sebagai subjek penelitian yang menarik untuk manajemen diabetes tipe 2, meskipun uji klinis pada manusia masih terbatas.

  15. Membantu Manajemen Berat Badan Kombinasi dari peningkatan massa otot, penurunan lemak tubuh, dan potensi pengaturan gula darah menjadikan ekstrak ini sebagai suplemen pendukung yang berguna untuk program manajemen berat badan.

    Peningkatan massa otot secara alami akan meningkatkan laju metabolisme basal, yang berarti tubuh membakar lebih banyak kalori bahkan saat istirahat.

    Hal ini, ditambah dengan efek hormonalnya, menciptakan lingkungan metabolik yang lebih kondusif untuk penurunan berat badan yang sehat.

  16. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Stres kronis dan kadar kortisol yang tinggi dapat menekan fungsi sistem kekebalan tubuh, membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi.

    Dengan menormalkan kadar kortisol dan memberikan dukungan antioksidan, ekstrak ini dapat membantu memperkuat respons imun.

    Beberapa penelitian pendahuluan juga menunjukkan bahwa senyawa di dalamnya dapat merangsang aktivitas sel-sel imun tertentu, sehingga meningkatkan pertahanan tubuh secara keseluruhan.

  17. Memiliki Sifat Antimikroba Studi laboratorium telah mengidentifikasi bahwa ekstrak dari akar tanaman ini menunjukkan aktivitas melawan berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri dan parasit plasmodium yang menyebabkan malaria.

    Secara tradisional, rebusan akarnya memang digunakan untuk mengobati malaria di beberapa daerah. Meskipun tidak dapat menggantikan pengobatan modern, sifat antimikroba ini menambah daftar panjang potensi terapeutik dari tanaman herbal ini.

  18. Mengurangi Kelelahan Sebagai adaptogen, salah satu fungsi utamanya adalah melawan kelelahan dan meningkatkan vitalitas. Dengan meningkatkan produksi energi seluler dan menyeimbangkan hormon, ekstrak ini membantu mengurangi perasaan lelah fisik dan mental.

    Manfaat ini sangat relevan tidak hanya bagi atlet tetapi juga bagi individu yang mengalami kelelahan akibat stres, kurang tidur, atau tuntutan pekerjaan yang tinggi.

  19. Memperbaiki Mood dan Kesejahteraan Psikologis Profil hormonal yang seimbang sangat penting untuk stabilitas suasana hati.

    Dengan mengurangi hormon stres dan meningkatkan hormon yang terkait dengan rasa percaya diri dan vitalitas (testosteron), ekstrak ini dapat memberikan efek positif pada mood.

    Pengguna sering melaporkan perasaan kesejahteraan yang lebih baik, motivasi yang meningkat, dan pandangan hidup yang lebih positif setelah suplementasi rutin.

  20. Berpotensi sebagai Agen Anti-penuaan Penuaan sering dikaitkan dengan penurunan kadar hormon anabolik, peningkatan stres oksidatif, dan peradangan kronis. Eurycoma longifolia mengatasi ketiga faktor ini secara bersamaan: meningkatkan testosteron, menyediakan antioksidan kuat, dan memiliki sifat anti-inflamasi.

    Oleh karena itu, tanaman ini sering disebut sebagai agen anti-penuaan yang potensial, membantu menjaga vitalitas, kekuatan, dan fungsi tubuh seiring bertambahnya usia.

  21. Melindungi Kesehatan Lambung Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak tanaman ini dapat memberikan efek perlindungan terhadap mukosa atau lapisan lambung. Ekstrak ini terbukti dapat mengurangi kerusakan lambung yang diinduksi oleh alkohol dan stres.

    Sifat anti-inflamasi dan antioksidannya diyakini berperan dalam melindungi dinding lambung dari cedera dan mendukung kesehatan sistem pencernaan secara umum.

  22. Menurunkan Demam (Antipiretik) Dalam pengobatan tradisional, akar Eurycoma longifolia juga digunakan sebagai obat penurun demam. Senyawa quassinoid di dalamnya diyakini memiliki sifat antipiretik, yaitu kemampuan untuk menurunkan suhu tubuh yang tinggi selama demam.

    Meskipun mekanisme pastinya masih diteliti, khasiat ini sejalan dengan penggunaannya secara historis untuk mengobati demam yang terkait dengan infeksi seperti malaria.