27 Manfaat Daun Dewa, Cara Olah & Atasi Peradangan atau Inflamasi - E-Jurnal

Selasa, 26 Mei 2026 oleh maharani

Pemanfaatan tanaman herbal sebagai metode pengobatan alternatif telah menjadi bagian integral dari budaya kesehatan masyarakat selama berabad-abad.

Banyak orang kini beralih kembali ke alam untuk mencari solusi pendukung bagi berbagai masalah kesehatan ringan maupun kronis, dengan harapan meminimalkan efek samping kimiawi.

27 Manfaat Daun Dewa, Cara Olah & Atasi Peradangan atau Inflamasi - E-Jurnal

Salah satu tanaman yang sering dibahas dalam literatur herbal tradisional adalah spesies Gynura divaricata, yang dikenal luas karena kandungan senyawa aktifnya yang beragam.

Memahami potensi dari tanaman ini serta prosedur persiapan yang tepat sangatlah penting agar khasiat yang diperoleh menjadi optimal dan aman bagi tubuh.

Pendekatan alami ini menuntut ketelitian, terutama dalam hal pemilihan bahan baku yang segar dan teknik pengolahan yang benar.

Penggunaan tanaman herbal tidak bisa dilakukan sembarangan karena setiap jenis tumbuhan memiliki karakteristik kimia yang unik dan memerlukan metode ekstraksi yang berbeda pula.

Pengetahuan mengenai cara konsumsi yang tepat, baik dengan cara direbus, dikukus, maupun dikonsumsi langsung sebagai lalapan, menjadi kunci utama untuk membuka potensi penyembuhan yang terkandung di dalamnya.

Dengan edukasi yang tepat, masyarakat dapat menjadikan tanaman herbal sebagai pelengkap gaya hidup sehat yang berkelanjutan.

Manfaat daun dewa dan cara pengolahannya

  1. Membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Tanaman ini mengandung senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai vasodilator, yaitu zat yang membantu melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Cara mengolahnya adalah dengan merebus lima lembar daun segar dalam dua gelas air hingga tersisa satu gelas, lalu diminum secara rutin.
  2. Mengatasi peradangan atau inflamasi. Sifat anti-inflamasi alami yang dimiliki tanaman ini sangat efektif untuk meredakan pembengkakan akibat cedera ringan atau kondisi peradangan sendi. Pengolahannya bisa dilakukan dengan menumbuk daun hingga halus, lalu menempelkannya sebagai kompres pada bagian tubuh yang bengkak.
  3. Meredakan nyeri haid. Banyak wanita menggunakan tanaman ini untuk menenangkan kontraksi rahim yang berlebihan saat menstruasi karena efek analgesiknya yang alami. Anda dapat mengolahnya dengan cara merebus daun bersama sedikit asam jawa untuk meningkatkan efektivitasnya dalam meredakan nyeri perut.
  4. Membantu menghentikan pendarahan. Tanaman ini dikenal memiliki sifat hemostatik, yaitu kemampuan untuk mempercepat proses pembekuan darah pada luka luar. Untuk luka lecet, daun yang sudah dicuci bersih bisa ditumbuk hingga lumat dan ditempelkan langsung pada area luka yang sudah dibersihkan.
  5. Mengatasi masalah diabetes. Beberapa studi pendahuluan menunjukkan bahwa ekstrak tanaman ini dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh, yang krusial bagi penderita kadar gula darah tinggi. Air rebusan daun yang dikonsumsi secara teratur sebelum makan dapat menjadi pendukung terapi medis yang sudah dijalankan.
  6. Membantu penyembuhan memar. Kandungan zat aktif dalam tanaman ini mampu mempercepat penyerapan darah yang membeku di bawah kulit akibat benturan. Menempelkan daun yang telah dilayukan di atas api kecil pada area memar akan membantu mempercepat pemulihan warna kulit.
  7. Melancarkan sirkulasi darah. Masalah sirkulasi yang buruk seringkali menyebabkan rasa pegal dan kesemutan, yang bisa diatasi dengan konsumsi rutin air rebusan tanaman ini. Pengolahan yang tepat dengan mencuci bersih daun di bawah air mengalir memastikan tidak ada kotoran yang ikut terekstraksi saat proses perebusan.
  8. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kandungan antioksidan yang tinggi membantu tubuh melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan berbagai penyakit infeksi. Anda bisa mengolahnya menjadi jus dengan menambahkan sedikit madu agar rasanya lebih enak dan lebih mudah dikonsumsi sehari-hari.
  9. Membantu mengatasi wasir. Sifat pencahar ringan dan anti-inflamasi membantu mengurangi rasa nyeri dan peradangan pada area anus saat terjadi wasir. Mengonsumsi daun segar sebagai lalapan setiap hari dapat membantu melancarkan buang air besar dan mengurangi tekanan pada pembuluh darah di anus.
  10. Meredakan batuk dan radang tenggorokan. Kandungan antibakteri alami membantu melawan mikroorganisme penyebab infeksi pada saluran pernapasan bagian atas. Air rebusan yang hangat, jika diminum perlahan, dapat membantu mengencerkan lendir dan menenangkan tenggorokan yang gatal.
  11. Membantu menjaga kesehatan ginjal. Sifat diuretik tanaman ini membantu meningkatkan produksi urine, yang secara tidak langsung membantu membuang racun dan kelebihan mineral dari ginjal. Proses pengolahan dengan merebus daun dalam panci tanah liat dipercaya dapat menjaga kandungan nutrisinya tetap stabil.
  12. Mengatasi gigitan serangga. Efek mendinginkan dari ekstrak daun ini dapat mengurangi rasa gatal dan panas akibat gigitan serangga. Cukup tumbuk daun hingga keluar airnya, lalu oleskan cairan tersebut pada titik gigitan untuk meredakan iritasi kulit dengan cepat.
  13. Membantu menurunkan kolesterol jahat. Senyawa aktif di dalamnya diketahui dapat membantu menghambat penyerapan kolesterol berlebih dalam sistem pencernaan. Dengan mengolah daun menjadi teh herbal yang diminum dua kali sehari, kadar lemak dalam darah dapat lebih terkontrol.
  14. Membantu mengatasi anemia. Meskipun bukan sumber utama zat besi, tanaman ini dapat membantu tubuh dalam proses penyerapan nutrisi yang lebih efisien. Mengolah daun dengan cara dikukus sebentar dapat mempertahankan kandungan vitamin yang diperlukan tubuh untuk pembentukan sel darah merah.
  15. Meredakan sakit kepala. Efek relaksasi dari senyawa dalam tanaman ini dapat membantu meredakan ketegangan otot di area leher dan kepala yang sering menjadi pemicu sakit kepala. Menyeduh daun kering sebagai teh dapat memberikan efek menenangkan yang cukup efektif.
  16. Membantu detoksifikasi tubuh. Sifat pembersih alami tanaman ini mendukung fungsi hati dalam menyaring racun dari dalam tubuh. Konsumsi air rebusan secara teratur di pagi hari dapat membantu proses pembuangan zat-zat sisa metabolisme yang menumpuk.
  17. Membantu merawat kesehatan kulit. Sifat antioksidannya melindungi sel kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari dan polusi. Masker wajah yang dibuat dari tumbukan daun segar dapat membantu mengurangi peradangan pada jerawat dan membuat kulit tampak lebih segar.
  18. Membantu mengobati bisul. Kandungan antiseptik alami membantu melawan bakteri yang menyebabkan infeksi pada bisul. Menempelkan daun yang telah ditumbuk halus dengan sedikit garam pada bisul dapat membantu mempercepat proses pematangannya.
  19. Menjaga kesehatan jantung. Dengan membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol, tanaman ini secara tidak langsung meringankan beban kerja jantung. Mengonsumsinya sebagai bagian dari pola makan seimbang adalah langkah preventif yang baik.
  20. Meredakan kram otot. Kandungan mineral di dalamnya membantu menjaga keseimbangan elektrolit, yang sangat penting untuk mencegah kram otot. Minum air rebusan daun ini setelah berolahraga dapat membantu pemulihan otot yang tegang.
  21. Membantu pemulihan pasca melahirkan. Tradisionalnya, tanaman ini digunakan untuk membersihkan rahim dan mempercepat pemulihan kondisi fisik ibu. Pengolahan dengan cara direbus bersama rempah lain seperti jahe akan memberikan efek hangat yang menenangkan.
  22. Mengurangi risiko kanker. Meskipun bukan obat tunggal, beberapa penelitian awal menunjukkan potensi antioksidan dalam tanaman ini dalam menghambat pertumbuhan sel abnormal. Penggunaan rutin sebagai suplemen alami harus selalu dikonsultasikan dengan dokter.
  23. Membantu mengatasi stres. Aroma dan kandungan kimiawi tanaman ini memiliki efek aromaterapi yang menenangkan pikiran. Menghirup uap air rebusan daun dapat memberikan efek rileksasi instan setelah hari yang melelahkan.
  24. Meningkatkan nafsu makan. Bagi mereka yang mengalami penurunan nafsu makan, rasa pahit khas dari tanaman ini dapat merangsang produksi enzim pencernaan. Menjadikannya lalapan sebelum makan utama sering kali efektif untuk meningkatkan keinginan untuk makan.
  25. Membantu kesehatan mulut. Sifat antibakteri tanaman ini dapat membantu mengurangi pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut dan plak. Berkumur dengan air rebusan daun yang sudah dingin dapat menjadi alternatif obat kumur alami.
  26. Mencegah penuaan dini. Antioksidan yang melimpah membantu melawan radikal bebas yang merusak kolagen kulit. Mengonsumsinya secara rutin membantu menjaga elastisitas kulit dari dalam.
  27. Membantu pemulihan pasca operasi. Sifat anti-inflamasi dan hemostatiknya membantu mempercepat penyembuhan jaringan luka dalam. Selalu pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter bedah sebelum menambahkan suplemen herbal apa pun ke dalam diet pemulihan.