Ketahui 24 Manfaat Buah Sukun untuk Kesehatan & Pencernaan Sehat - Jurnal Antasari

Selasa, 17 Februari 2026 oleh maharani

Tumbuhan tropis yang dikenal secara ilmiah sebagai Artocarpus altilis ini merupakan salah satu sumber pangan pokok di berbagai belahan dunia, terutama di wilayah Pasifik.

Buah ini memiliki tekstur yang padat dan kaya akan pati saat matang, sering kali diolah dengan cara direbus, digoreng, atau dipanggang sebagai pengganti sumber karbohidrat seperti nasi atau kentang.

Ketahui 24 Manfaat Buah Sukun untuk Kesehatan & Pencernaan Sehat - Jurnal Antasari

Kandungan nutrisinya yang padat menjadikan buah ini tidak hanya sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai komoditas fungsional yang memiliki beragam properti farmakologis yang bermanfaat bagi tubuh manusia.

manfaat buah sukun untuk kesehatan

  1. Sumber Energi yang Berkelanjutan

    Buah sukun merupakan sumber karbohidrat kompleks yang sangat baik, yang dicerna secara perlahan oleh tubuh.

    Hal ini memastikan pelepasan glukosa ke dalam aliran darah terjadi secara bertahap, sehingga menyediakan pasokan energi yang stabil dan tahan lama.

    Berbeda dengan karbohidrat sederhana yang menyebabkan lonjakan gula darah, konsumsi sukun dapat membantu menjaga tingkat energi tanpa diikuti penurunan drastis, menjadikannya ideal untuk menunjang aktivitas fisik dan fungsi kognitif sepanjang hari.

  2. Menjaga Kesehatan Jantung

    Kandungan kalium yang tinggi dalam buah sukun memainkan peran krusial dalam menjaga kesehatan kardiovaskular. Kalium berfungsi sebagai vasodilator yang membantu merelaksasi pembuluh darah, sehingga dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi beban kerja pada jantung.

    Selain itu, serat pangan yang terkandung di dalamnya efektif membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dengan mengikatnya di dalam sistem pencernaan dan mencegah penyerapannya ke dalam darah, seperti yang didokumentasikan dalam berbagai studi di bidang nutrisi.

  3. Melancarkan Sistem Pencernaan

    Serat pangan adalah salah satu komponen nutrisi paling menonjol dalam buah sukun. Kehadiran serat yang melimpah sangat bermanfaat untuk mendorong pergerakan usus yang teratur dan mencegah terjadinya konstipasi.

    Lebih lanjut, serat ini bertindak sebagai prebiotik, yaitu sumber makanan bagi bakteri baik (mikrobiota) di dalam usus, yang pada gilirannya mendukung kesehatan ekosistem pencernaan secara keseluruhan dan meningkatkan penyerapan nutrisi.

  4. Meningkatkan Sistem Imunitas Tubuh

    Buah sukun kaya akan vitamin C, sebuah antioksidan kuat yang esensial bagi fungsi sistem kekebalan tubuh.

    Vitamin C merangsang produksi dan aktivitas sel darah putih, seperti limfosit dan fagosit, yang merupakan garda terdepan pertahanan tubuh melawan patogen.

    Konsumsi vitamin C yang cukup juga membantu melindungi sel-sel imun dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas selama respons imun.

  5. Membantu Mengontrol Gula Darah

    Dengan indeks glikemik yang relatif rendah, buah sukun menjadi pilihan pangan yang baik bagi individu yang perlu mengelola kadar gula darah, termasuk penderita diabetes.

    Serat di dalamnya memperlambat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat, sehingga mencegah lonjakan glukosa darah setelah makan.

    Beberapa penelitian, seperti yang dipublikasikan dalam Journal of Food Science, menunjukkan bahwa tepung sukun dapat digunakan sebagai alternatif fungsional untuk mengontrol respons glikemik.

  6. Mendukung Program Manajemen Berat Badan

    Kandungan serat yang tinggi pada buah sukun memberikan efek rasa kenyang (satiety) yang lebih lama setelah dikonsumsi.

    Hal ini secara alami dapat membantu mengurangi asupan kalori total dengan menekan keinginan untuk makan berlebihan atau mengonsumsi camilan di antara waktu makan.

    Selain itu, sebagai makanan padat nutrisi dan rendah lemak, sukun dapat menjadi bagian penting dari diet seimbang untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.

  7. Memelihara Kesehatan Tulang

    Buah sukun mengandung mineral penting untuk struktur tulang, seperti magnesium dan kalsium. Magnesium memainkan peran vital dalam metabolisme kalsium dan aktivitas vitamin D, yang keduanya krusial untuk pembentukan matriks tulang yang kuat.

    Asupan mineral ini secara teratur dari sumber alami seperti sukun berkontribusi pada peningkatan kepadatan tulang dan membantu mengurangi risiko osteoporosis di kemudian hari.

  8. Kaya akan Senyawa Antioksidan

    Selain vitamin C, buah sukun juga mengandung berbagai senyawa fitokimia seperti flavonoid dan asam fenolik. Senyawa-senyawa ini bertindak sebagai antioksidan yang kuat, berfungsi untuk menetralkan radikal bebas berbahaya di dalam tubuh.

    Dengan mengurangi stres oksidatif, antioksidan ini membantu melindungi sel dan jaringan dari kerusakan yang dapat memicu penuaan dini dan berbagai penyakit kronis.

  9. Menutrisi dan Menyehatkan Kulit

    Vitamin C yang terdapat dalam buah sukun sangat penting untuk sintesis kolagen, protein struktural utama yang memberikan elastisitas dan kekuatan pada kulit.

    Produksi kolagen yang optimal membantu menjaga kulit tetap kencang, mengurangi munculnya kerutan, dan mempercepat proses penyembuhan luka. Antioksidan di dalamnya juga melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet dan polusi lingkungan.

  10. Mencegah Risiko Anemia

    Buah sukun merupakan sumber zat besi dan folat (vitamin B9) yang berkontribusi pada produksi sel darah merah. Zat besi adalah komponen inti dari hemoglobin, protein yang bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

    Konsumsi sukun dapat membantu memenuhi kebutuhan harian akan mineral ini, sehingga mengurangi risiko anemia defisiensi besi yang ditandai dengan gejala kelelahan dan pucat.

  11. Mendukung Fungsi Otak dan Saraf

    Kandungan vitamin B kompleks, seperti tiamin (B1) dan niasin (B3), dalam buah sukun sangat penting untuk kesehatan neurologis. Vitamin-vitamin ini berperan sebagai koenzim dalam produksi energi di sel-sel otak dan sintesis neurotransmiter.

    Asupan yang adekuat mendukung fungsi kognitif, termasuk memori dan konsentrasi, serta menjaga kesehatan sistem saraf secara umum.

  12. Memiliki Sifat Anti-inflamasi

    Studi fitokimia telah mengidentifikasi senyawa bioaktif dalam ekstrak buah sukun yang menunjukkan aktivitas anti-inflamasi. Senyawa ini bekerja dengan cara menghambat jalur biokimia yang memicu peradangan dalam tubuh.

    Potensi ini menjadikan sukun sebagai bahan pangan fungsional yang dapat membantu meredakan kondisi peradangan kronis jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.

  13. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

    Sebagai sumber kalium yang melimpah, buah sukun secara efektif membantu mengatur tekanan darah. Kalium bekerja dengan menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh dan membantu dinding pembuluh darah menjadi lebih rileks, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.

    Penelitian yang dipublikasikan oleh American Heart Association secara konsisten menghubungkan asupan kalium yang tinggi dengan penurunan risiko hipertensi dan penyakit terkait.

  14. Alternatif Pangan Bebas Gluten

    Tepung yang diolah dari buah sukun secara alami tidak mengandung gluten. Ini menjadikannya alternatif yang sangat baik bagi individu dengan penyakit celiac, intoleransi gluten, atau sensitivitas gluten non-celiac.

    Penggunaan tepung sukun dalam berbagai olahan makanan memungkinkan mereka untuk menikmati produk panggang dan makanan lainnya tanpa risiko reaksi merugikan.

  15. Menjaga Kesehatan Penglihatan

    Buah sukun mengandung karotenoid seperti lutein dan zeaxanthin, meskipun dalam jumlah yang tidak sebesar sayuran berwarna cerah. Antioksidan ini terakumulasi di retina, khususnya di makula, di mana mereka berfungsi menyaring cahaya biru yang berpotensi merusak.

    Dengan demikian, konsumsi pangan yang mengandung karotenoid ini dapat membantu melindungi mata dari degenerasi makula terkait usia (AMD) dan katarak.

  16. Mempercepat Proses Penyembuhan Luka

    Peran vital vitamin C dalam produksi kolagen tidak hanya penting untuk kulit tetapi juga untuk perbaikan jaringan di seluruh tubuh. Kolagen adalah fondasi untuk pembentukan kulit, tendon, ligamen, dan pembuluh darah baru selama proses penyembuhan.

    Oleh karena itu, asupan vitamin C yang cukup dari buah sukun dapat secara signifikan mempercepat pemulihan dari cedera atau setelah prosedur bedah.

  17. Mendukung Fungsi Otot yang Optimal

    Kalium adalah elektrolit krusial yang diperlukan untuk kontraksi otot yang tepat dan transmisi sinyal saraf. Kekurangan kalium dapat menyebabkan kelemahan otot, kram, dan kelelahan.

    Konsumsi buah sukun membantu memastikan kadar kalium yang memadai dalam tubuh, mendukung kinerja otot yang optimal selama aktivitas fisik dan mencegah gangguan fungsi otot.

  18. Potensi sebagai Agen Antikanker

    Penelitian laboratorium awal menunjukkan bahwa ekstrak dari bagian-bagian tanaman sukun mengandung fitokimia yang memiliki sifat sitotoksik terhadap beberapa jenis sel kanker.

    Senyawa-senyawa ini, menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal seperti Phytotherapy Research, berpotensi menginduksi apoptosis (kematian sel terprogram) pada sel ganas. Meskipun demikian, diperlukan penelitian klinis lebih lanjut pada manusia untuk memvalidasi temuan ini.

  19. Menjaga Kesehatan Fungsi Ginjal

    Keseimbangan cairan dan elektrolit sangat penting untuk fungsi ginjal yang sehat. Kandungan kalium dalam sukun membantu mengatur keseimbangan cairan, sementara profil natriumnya yang rendah membantu mengurangi beban kerja ginjal.

    Namun, individu dengan penyakit ginjal kronis yang sudah ada sebelumnya harus berkonsultasi dengan profesional kesehatan mengenai asupan kalium mereka.

  20. Meningkatkan Kesehatan Rambut

    Nutrisi yang ditemukan dalam buah sukun, termasuk zat besi, vitamin C, dan asam lemak esensial, berkontribusi pada kesehatan rambut.

    Zat besi membantu memastikan folikel rambut menerima suplai darah yang kaya oksigen, sementara vitamin C membantu penyerapan zat besi dan produksi kolagen yang memperkuat helai rambut.

    Asam lemak omega-3 dan omega-6 yang terkandung di dalamnya juga membantu menutrisi kulit kepala.

  21. Mengurangi Risiko Penyakit Stroke

    Manfaat buah sukun dalam menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol secara langsung berkontribusi pada penurunan risiko stroke. Hipertensi dan aterosklerosis (pengerasan arteri akibat penumpukan plak kolesterol) adalah dua faktor risiko utama untuk stroke.

    Dengan mengelola faktor-faktor ini melalui diet yang kaya akan kalium dan serat, risiko kejadian serebrovaskular dapat diminimalkan.

  22. Melindungi Kesehatan Seluler

    Stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas dapat merusak komponen seluler vital seperti DNA, protein, dan membran sel. Antioksidan yang melimpah dalam buah sukun, termasuk fenol dan flavonoid, memberikan perlindungan pada tingkat seluler.

    Perlindungan ini membantu menjaga integritas dan fungsi sel, yang merupakan dasar dari kesehatan jaringan dan organ secara keseluruhan.

  23. Sumber Vitamin B Kompleks

    Selain tiamin dan niasin, sukun juga menyediakan vitamin B lainnya seperti riboflavin (B2) dan piridoksin (B6).

    Vitamin B kompleks secara kolektif memainkan peran sentral dalam metabolisme energi, mengubah makanan menjadi bahan bakar yang dapat digunakan oleh sel-sel tubuh.

    Mereka juga penting untuk fungsi sistem saraf, produksi hormon, dan pemeliharaan kesehatan kulit dan mata.

  24. Menjaga Keseimbangan Elektrolit

    Kalium dan magnesium dalam buah sukun adalah elektrolit kunci yang mengatur hidrasi, fungsi saraf, dan keseimbangan pH dalam tubuh.

    Keseimbangan elektrolit yang tepat sangat penting untuk berbagai proses fisiologis, mulai dari detak jantung hingga kontraksi otot.

    Mengonsumsi makanan kaya elektrolit seperti sukun sangat bermanfaat, terutama setelah berolahraga atau saat cuaca panas untuk menggantikan mineral yang hilang melalui keringat.