Ketahui 22 Manfaat Makan Gurita, Tinggi Protein Penting untuk Otot - Antasari E-Jurnal
Rabu, 19 November 2025 oleh maharani
Konsumsi gurita mengacu pada praktik memasukkan daging moluska sefalopoda ini ke dalam pola makan seseorang, yang dihargai karena profil nutrisinya yang unik.
Sumber makanan laut ini dikenal kaya akan protein berkualitas tinggi, rendah lemak, dan mengandung berbagai vitamin serta mineral esensial.
Kandungan gizi ini menjadikan gurita pilihan yang menarik bagi individu yang mencari alternatif protein hewani dengan potensi manfaat kesehatan yang signifikan, berbeda dengan sumber protein hewani lainnya yang mungkin memiliki kandungan lemak jenuh lebih tinggi.
manfaat makan gurita
-
Sumber Protein Tinggi
Gurita merupakan sumber protein hewani yang sangat baik, esensial untuk pembangunan dan perbaikan jaringan tubuh. Protein ini mendukung pertumbuhan otot, sintesis enzim, dan berbagai fungsi seluler vital.
Asupan protein yang memadai, seperti yang ditemukan dalam gurita, penting untuk menjaga massa otot, terutama pada individu yang aktif secara fisik atau pada proses pemulihan, sebagaimana dijelaskan dalam penelitian nutrisi pangan.
-
Rendah Lemak dan Kalori
Daging gurita memiliki kandungan lemak dan kalori yang relatif rendah dibandingkan dengan banyak sumber protein hewani lainnya.
Karakteristik ini menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang sedang menjalani diet rendah kalori atau berusaha menjaga berat badan yang sehat.
Konsumsi makanan rendah lemak dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, sebuah temuan yang konsisten dalam studi epidemiologi gizi.
-
Kaya akan Vitamin B12
Gurita adalah sumber vitamin B12 yang luar biasa, nutrisi penting untuk fungsi saraf, produksi sel darah merah, dan sintesis DNA. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia megaloblastik dan masalah neurologis.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrition Reviews sering menyoroti pentingnya asupan vitamin B12 yang cukup untuk kesehatan secara keseluruhan.
-
Kandungan Selenium yang Tinggi
Selenium adalah mineral esensial dengan sifat antioksidan kuat yang ditemukan melimpah dalam gurita. Mineral ini berperan penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas.
Selenium juga mendukung fungsi tiroid yang sehat dan memperkuat sistem kekebalan tubuh, sebagaimana dibahas dalam studi biokimia nutrisi.
-
Sumber Zat Besi yang Baik
Gurita menyediakan zat besi heme, bentuk zat besi yang lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan zat besi non-heme dari tumbuhan.
Zat besi sangat penting untuk pembentukan hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Asupan zat besi yang cukup dapat mencegah anemia defisiensi besi, masalah kesehatan global yang sering dibahas oleh Organisasi Kesehatan Dunia.
-
Kaya akan Tembaga
Tembaga adalah mineral penting yang terlibat dalam berbagai proses fisiologis, termasuk pembentukan kolagen, produksi energi, dan fungsi sistem saraf. Gurita merupakan sumber tembaga yang signifikan, berkontribusi pada kesehatan tulang, kulit, dan jaringan ikat.
Peran tembaga dalam metabolisme energi telah didokumentasikan dalam banyak studi biokimia.
-
Mengandung Fosfor
Fosfor adalah mineral kedua paling melimpah di tubuh dan sangat penting untuk kesehatan tulang dan gigi, serta berperan dalam pembentukan DNA dan RNA.
Gurita menyediakan fosfor dalam jumlah yang signifikan, mendukung fungsi seluler dan produksi energi. Pentingnya fosfor untuk struktur tulang telah ditegaskan dalam literatur medis ortopedi.
-
Sumber Kalium yang Layak
Kalium adalah elektrolit penting yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan, tekanan darah, dan fungsi otot yang tepat. Meskipun tidak setinggi beberapa buah dan sayuran, gurita tetap menyumbangkan kalium ke dalam diet.
Asupan kalium yang cukup dikaitkan dengan penurunan risiko hipertensi dan penyakit jantung, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Circulation Research.
-
Asam Lemak Omega-3
Gurita mengandung asam lemak omega-3, khususnya EPA (asam eicosapentaenoic) dan DHA (asam docosahexaenoic), meskipun dalam jumlah yang lebih moderat dibandingkan ikan berlemak.
Asam lemak ini dikenal karena sifat anti-inflamasinya dan perannya dalam mendukung kesehatan jantung dan otak. Manfaat omega-3 secara luas diakui dalam bidang kardiologi dan neurologi.
-
Mendukung Kesehatan Otak
Kombinasi vitamin B12, selenium, dan asam lemak omega-3 dalam gurita berkontribusi pada kesehatan kognitif. Vitamin B12 penting untuk mielinisasi saraf, sementara omega-3 mendukung struktur membran sel otak.
Selenium sebagai antioksidan melindungi sel-sel otak dari kerusakan, sebuah sinergi yang sering dibahas dalam riset neurobiologi.
-
Meningkatkan Kesehatan Jantung
Profil nutrisi gurita yang rendah lemak jenuh dan tinggi protein, ditambah dengan kehadiran asam lemak omega-3 dan kalium, mendukung kesehatan kardiovaskular. Konsumsi gurita dapat membantu menjaga tekanan darah yang sehat dan kadar kolesterol.
Ini selaras dengan rekomendasi diet untuk pencegahan penyakit jantung dari American Heart Association.
-
Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Kandungan selenium, zinc (meskipun tidak disebutkan secara eksplisit sebagai poin terpisah, seringkali hadir dalam makanan laut), dan protein dalam gurita berperan dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Nutrisi ini penting untuk produksi sel-sel kekebalan dan respons inflamasi yang sehat. Penelitian imunologi terus mengeksplorasi hubungan antara nutrisi mikro dan fungsi kekebalan.
-
Membantu Pembentukan Sel Darah Merah
Zat besi dan vitamin B12 adalah dua nutrisi kunci dalam gurita yang esensial untuk pembentukan sel darah merah yang sehat.
Kedua nutrisi ini bekerja sama untuk mencegah anemia dan memastikan transportasi oksigen yang efisien ke seluruh tubuh. Proses hematopoiesis ini merupakan fokus utama dalam studi hematologi.
-
Sifat Antioksidan
Selenium dan tembaga dalam gurita berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melawan stres oksidatif dalam tubuh. Stres oksidatif dikaitkan dengan penuaan dini dan berbagai penyakit kronis.
Konsumsi makanan kaya antioksidan adalah strategi penting untuk menjaga kesehatan seluler, sebagaimana ditekankan oleh para ahli gizi.
-
Mendukung Fungsi Tiroid
Selenium adalah nutrisi vital untuk fungsi tiroid yang optimal, membantu mengkonversi hormon tiroid menjadi bentuk aktifnya. Asupan selenium yang cukup dari makanan seperti gurita dapat membantu mencegah disfungsi tiroid.
Peran selenium dalam endokrinologi tiroid telah didokumentasikan dengan baik dalam jurnal-jurnal medis.
-
Baik untuk Pengelolaan Berat Badan
Kandungan protein tinggi dalam gurita membantu meningkatkan rasa kenyang, yang dapat mengurangi asupan kalori secara keseluruhan.
Ditambah dengan kandungan lemak dan kalori yang rendah, gurita menjadi pilihan makanan yang sangat baik untuk program pengelolaan berat badan. Studi tentang efek protein pada rasa kenyang sering dipublikasikan dalam jurnal obesitas.
-
Mendukung Kesehatan Tulang
Fosfor dan tembaga dalam gurita berkontribusi pada kesehatan dan kekuatan tulang. Fosfor adalah komponen utama mineral tulang, sedangkan tembaga terlibat dalam pembentukan kolagen, matriks protein yang memberikan fleksibilitas pada tulang.
Kombinasi nutrisi ini mendukung kepadatan mineral tulang, sebuah aspek penting dalam penelitian osteoporosis.
-
Mendukung Sistem Saraf
Vitamin B12 dan tembaga adalah nutrisi krusial untuk menjaga kesehatan sistem saraf. Vitamin B12 penting untuk pembentukan mielin, selubung pelindung di sekitar saraf, sementara tembaga berperan dalam transmisi sinyal saraf.
Fungsi sinergis ini penting untuk komunikasi yang efisien antara otak dan bagian tubuh lainnya, sebagaimana dijelaskan dalam buku teks neurologi.
-
Meningkatkan Metabolisme Energi
Berbagai vitamin B, termasuk B12, dan mineral seperti tembaga dan fosfor yang ditemukan dalam gurita, memainkan peran sentral dalam metabolisme energi. Nutrisi ini membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi yang dapat digunakan oleh sel-sel.
Efisiensi metabolisme energi sangat penting untuk vitalitas sehari-hari dan fungsi organ, sebuah proses yang dipelajari dalam biokimia.
-
Potensi Efek Anti-inflamasi
Asam lemak omega-3 yang terkandung dalam gurita dikenal memiliki sifat anti-inflamasi. Meskipun dalam jumlah moderat, kontribusinya dapat membantu mengurangi peradangan kronis dalam tubuh.
Peradangan kronis dikaitkan dengan berbagai penyakit degeneratif, dan asupan makanan anti-inflamasi dianggap bermanfaat, seperti yang sering dibahas dalam jurnal imunologi.
-
Mendukung Kesehatan Kulit
Tembaga adalah nutrisi penting untuk sintesis kolagen dan elastin, dua protein yang vital untuk menjaga elastisitas dan kekencangan kulit. Asupan tembaga yang cukup dari gurita dapat berkontribusi pada kesehatan kulit yang optimal.
Peran tembaga dalam dermatologi dan kosmetik semakin banyak dipelajari.
-
Regulasi Mood dan Kesejahteraan
Vitamin B12 dan nutrisi lain dalam gurita berperan dalam sintesis neurotransmitter yang memengaruhi suasana hati, seperti serotonin dan dopamin.
Asupan nutrisi yang memadai mendukung fungsi otak yang sehat, yang secara tidak langsung dapat berkontribusi pada regulasi mood dan kesejahteraan mental.
Hubungan antara nutrisi dan kesehatan mental merupakan area penelitian yang berkembang pesat dalam psikiatri gizi.