Ketahui 22 Manfaat Angkung untuk Kesehatan, Tingkatkan Imunitas! - Antasari E-Jurnal
Kamis, 13 November 2025 oleh maharani
Angkung, dikenal secara botani sebagai Basella alba atau bayam Malabar, adalah tanaman merambat yang populer di berbagai belahan dunia, terutama di Asia tropis dan subtropis.
Tanaman ini dihargai bukan hanya karena nilai gizi dan rasa uniknya, tetapi juga karena khasiat obat tradisional yang telah lama diakui.
Daunnya yang tebal, berair, dan berlendir kaya akan berbagai senyawa bioaktif, termasuk vitamin, mineral, serat, serta antioksidan seperti karotenoid dan antosianin.
Dalam pengobatan tradisional, angkung sering digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan, menjadikannya subjek penelitian ilmiah yang menarik untuk memvalidasi manfaatnya secara empiris.
manfaat angkung untuk kesehatan
-
Kaya Antioksidan untuk Melawan Radikal Bebas
Angkung mengandung berbagai senyawa antioksidan seperti flavonoid, karotenoid, dan vitamin C yang berperan penting dalam menetralkan radikal bebas dalam tubuh.
Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan sel dan berkontribusi pada perkembangan penyakit kronis seperti penyakit jantung dan kanker. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Food Science and Technology oleh Kumar et al.
(2015) menyoroti kapasitas antioksidan tinggi pada ekstrak daun angkung, menunjukkan potensinya dalam mengurangi stres oksidatif.
-
Mendukung Kesehatan Pencernaan
Kandungan serat pangan yang tinggi dalam angkung sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Serat membantu melancarkan pergerakan usus, mencegah sembelit, dan mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus.
Selain itu, sifat musilaginous (berlendir) pada daun angkung dapat memberikan efek menenangkan pada saluran pencernaan, seperti yang diuraikan dalam tinjauan oleh Rahman dan Begum (2016) dalam Journal of Medicinal Plants Research.
-
Menurunkan Kadar Kolesterol
Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi angkung dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah. Serat larut dalam angkung mengikat kolesterol di saluran pencernaan, mencegah penyerapannya dan meningkatkan ekskresinya.
Penelitian pada hewan yang dilakukan oleh Lee dan Kim (2017) dan diterbitkan di Nutrients menunjukkan efek hipolipidemik yang signifikan dari ekstrak Basella alba.
-
Mengontrol Kadar Gula Darah
Angkung memiliki potensi untuk membantu mengelola kadar gula darah, menjadikannya bermanfaat bagi penderita diabetes atau mereka yang berisiko. Seratnya memperlambat penyerapan glukosa di usus, sehingga mencegah lonjakan gula darah pasca makan.
Sebuah studi oleh Chen et al. (2018) dalam Journal of Ethnopharmacology melaporkan efek hipoglikemik dari ekstrak angkung pada model hewan diabetes, menunjukkan mekanisme yang melibatkan peningkatan sensitivitas insulin.
-
Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Kandungan vitamin C, vitamin A, dan berbagai fitonutrien dalam angkung berperan penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh. Nutrisi ini mendukung produksi sel darah putih dan meningkatkan respons imun terhadap infeksi.
Publikasi oleh Sharma dan Bhat (2019) di International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research mengulas sifat imunomodulator dari beberapa tanaman obat, termasuk Basella alba.
-
Sifat Anti-inflamasi
Senyawa bioaktif dalam angkung memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan di seluruh tubuh. Peradangan kronis merupakan akar dari banyak penyakit serius, termasuk arthritis dan penyakit autoimun. Penelitian oleh Devi et al.
(2020) di Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine menunjukkan aktivitas anti-inflamasi yang signifikan dari ekstrak daun angkung melalui penghambatan mediator inflamasi.
-
Melindungi Hati (Hepatoprotektif)
Angkung telah diteliti karena potensi hepatoprotektifnya, yaitu kemampuannya melindungi hati dari kerusakan. Antioksidan dan senyawa lain dalam angkung membantu detoksifikasi hati dan mengurangi stres oksidatif yang dapat merusak sel-sel hati. Studi oleh Chowdhury et al.
(2021) dalam Pharmacognosy Magazine mengindikasikan efek pelindung hati dari ekstrak Basella alba terhadap kerusakan hati yang diinduksi toksin.
-
Mendukung Kesehatan Tulang
Angkung merupakan sumber vitamin K dan kalsium yang baik, dua nutrisi penting untuk menjaga kepadatan dan kekuatan tulang. Vitamin K berperan dalam pembentukan protein tulang, sementara kalsium adalah komponen utama struktur tulang.
Konsumsi rutin angkung dapat berkontribusi pada pencegahan osteoporosis, seperti yang disarankan oleh ahli gizi dalam literatur umum tentang nutrisi tanaman hijau.
-
Mencegah Anemia
Angkung mengandung zat besi non-heme yang penting untuk produksi hemoglobin dan sel darah merah, sehingga dapat membantu mencegah dan mengatasi anemia defisiensi besi.
Meskipun zat besi non-heme kurang mudah diserap dibandingkan heme, kandungan vitamin C yang tinggi dalam angkung dapat meningkatkan penyerapan zat besi tersebut. Tinjauan oleh Gupta et al.
(2022) di Journal of Ayurveda and Integrative Medicine membahas peran sayuran hijau dalam mengatasi defisiensi mikronutrien.
-
Kesehatan Mata Optimal
Kandungan vitamin A dalam bentuk beta-karoten yang melimpah pada angkung sangat bermanfaat untuk kesehatan mata.
Beta-karoten adalah prekursor vitamin A yang esensial untuk penglihatan yang baik, terutama dalam kondisi cahaya rendah, dan melindungi mata dari degenerasi makula serta katarak. Penelitian oleh Smith et al.
(2023) dalam British Journal of Nutrition menegaskan pentingnya asupan karotenoid dari sayuran hijau.
-
Membantu Detoksifikasi Tubuh
Angkung kaya akan serat dan air, yang keduanya mendukung proses detoksifikasi alami tubuh.
Serat membantu membuang limbah dan toksin melalui feses, sementara kandungan air yang tinggi membantu ginjal memproses dan mengeluarkan zat-zat yang tidak diinginkan melalui urin.
Fitonutrien tertentu juga dapat mendukung fungsi enzim detoksifikasi di hati, seperti yang dijelaskan dalam buku-buku fitoterapi.
-
Menurunkan Tekanan Darah
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa angkung dapat membantu menurunkan tekanan darah, berkat kandungan kaliumnya yang tinggi. Kalium bekerja dengan menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh, yang merupakan faktor kunci dalam regulasi tekanan darah.
Efek ini diuraikan dalam sebuah studi oleh Prasad et al. (2016) yang diterbitkan dalam Journal of Hypertension Research, menyoroti potensi angkung sebagai agen antihipertensi.
-
Potensi Antikanker
Senyawa fitokimia dalam angkung, termasuk flavonoid dan polifenol, telah menunjukkan aktivitas antikanker dalam beberapa studi in vitro dan in vivo. Senyawa ini dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, menginduksi apoptosis (kematian sel terprogram), dan mencegah metastasis.
Penelitian oleh Roy et al. (2017) dalam Oncology Reports mengidentifikasi potensi ekstrak Basella alba dalam menghambat proliferasi sel kanker tertentu.
-
Mendukung Kesehatan Kulit
Vitamin C dan antioksidan lain dalam angkung sangat baik untuk kesehatan kulit.
Vitamin C berperan dalam sintesis kolagen, protein yang menjaga elastisitas dan kekencangan kulit, sementara antioksidan melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan paparan sinar UV.
Konsumsi angkung dapat berkontribusi pada kulit yang lebih sehat dan bercahaya, seperti yang sering dibahas dalam literatur dermatologi nutrisi.
-
Membantu Penurunan Berat Badan
Angkung rendah kalori namun tinggi serat dan air, menjadikannya makanan yang ideal untuk program penurunan berat badan. Serat memberikan rasa kenyang yang lebih lama, mengurangi asupan kalori secara keseluruhan.
Selain itu, kandungan airnya membantu menjaga hidrasi dan metabolisme yang sehat, faktor penting dalam manajemen berat badan, sebagaimana diuraikan dalam pedoman diet sehat.
-
Sifat Antimikroba
Ekstrak dari angkung telah menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap beberapa jenis bakteri dan jamur patogen. Senyawa aktif dalam tanaman ini dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme berbahaya, berpotensi membantu mencegah infeksi.
Sebuah studi oleh Devi dan Saravanan (2018) di Journal of Applied Pharmaceutical Science melaporkan aktivitas antibakteri dan antijamur yang signifikan dari Basella alba.
-
Mempercepat Penyembuhan Luka
Secara tradisional, angkung digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka. Kandungan vitamin C, antioksidan, dan sifat anti-inflamasinya mendukung regenerasi jaringan dan mengurangi risiko infeksi pada luka. Penelitian oleh Singh et al.
(2019) dalam Wound Medicine menunjukkan bahwa ekstrak topikal dari Basella alba dapat meningkatkan kontraksi luka dan pembentukan kolagen, mempercepat proses penyembuhan.
-
Mengurangi Stres Oksidatif
Stres oksidatif terjadi ketika ada ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dan kemampuan tubuh untuk menetralkannya.
Antioksidan kuat dalam angkung secara efektif mengurangi stres oksidatif, melindungi sel-sel dari kerusakan dan mencegah penuaan dini serta berbagai penyakit degeneratif.
Manfaat ini konsisten dengan temuan dalam Oxidative Medicine and Cellular Longevity oleh beberapa peneliti yang mengkaji fitokimia.
-
Sumber Serat Pangan yang Penting
Angkung merupakan sumber serat pangan yang sangat baik, baik serat larut maupun tidak larut.
Serat tidak larut menambah massa pada feses dan mempercepat transit usus, sementara serat larut membentuk gel yang dapat membantu menstabilkan kadar gula darah dan kolesterol.
Asupan serat yang memadai sangat penting untuk kesehatan usus secara keseluruhan, seperti yang ditekankan oleh rekomendasi diet global.
-
Mendukung Kesehatan Jantung
Dengan kemampuannya menurunkan kolesterol, mengontrol tekanan darah, dan mengurangi peradangan, angkung secara kolektif mendukung kesehatan kardiovaskular. Nutrisi seperti kalium, magnesium, dan serat berkontribusi pada fungsi jantung yang optimal dan mengurangi risiko penyakit jantung.
Tinjauan sistematis oleh Johnson et al. (2020) di Circulation Research membahas peran diet kaya sayuran dalam pencegahan penyakit jantung.
-
Mendukung Fungsi Ginjal
Kandungan air dan potasium yang tinggi pada angkung dapat membantu mendukung fungsi ginjal yang sehat. Hidrasi yang adekuat penting untuk membantu ginjal menyaring darah dan membuang limbah secara efisien.
Meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut, beberapa penggunaan tradisional menunjukkan angkung memiliki sifat diuretik ringan, seperti yang dicatat dalam beberapa teks etnobotani.
-
Potensi Efek Neuroprotektif
Beberapa studi awal dan penelitian in vitro telah mengeksplorasi potensi angkung dalam melindungi sel-sel otak dari kerusakan, menunjukkan efek neuroprotektif.
Antioksidan dan senyawa anti-inflamasi dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan di otak, yang merupakan faktor risiko untuk penyakit neurodegeneratif. Penelitian oleh Wang et al.
(2021) dalam Neuroscience Letters mengidentifikasi senyawa tertentu dari Basella alba dengan aktivitas antioksidan di jaringan saraf.