Ketahui 18 Manfaat Makan Permen, Pereda Stres Seketika! - Antasari E-Jurnal
Kamis, 22 Januari 2026 oleh maharani
Permen, atau kembang gula, merupakan kategori makanan manis yang komposisinya didominasi oleh gula, sirup jagung, atau pemanis lainnya, seringkali dilengkapi dengan berbagai perisa, pewarna, dan aditif.
Konsumsi jenis makanan ini umumnya dikaitkan dengan kenikmatan sesaat dan sebagai hidangan penutup atau camilan.
Meskipun demikian, dalam konteks tertentu dan dengan batasan yang tepat, terdapat beberapa aspek yang dapat dianggap memberikan dampak positif bagi individu.
Artikel ini akan mengulas berbagai potensi keuntungan yang dapat diperoleh dari konsumsi makanan manis ini, berdasarkan perspektif ilmiah dan kontekstual.
manfaat makan permen
-
Peningkatan Konsentrasi Jangka Pendek
Konsumsi permen yang mengandung glukosa dapat menyediakan sumber energi cepat bagi otak. Glukosa adalah bahan bakar utama otak, dan peningkatan ketersediaannya dapat sementara meningkatkan fungsi kognitif, termasuk perhatian dan konsentrasi.
Penelitian oleh Benton dan Owens yang dipublikasikan di jurnal Physiology & Behavior (1993) menunjukkan bahwa asupan glukosa dapat meningkatkan kinerja pada tugas-tugas yang membutuhkan kewaspadaan.
Efek ini seringkali bersifat sementara dan paling terlihat ketika kadar glukosa darah rendah.
Mekanisme ini melibatkan aktivasi jalur saraf yang mendukung pemrosesan informasi dan memori kerja, meskipun penting untuk dicatat bahwa ini bukan solusi jangka panjang untuk peningkatan kognitif.
-
Reduksi Stres dan Peningkatan Mood
Makanan manis, termasuk permen, dapat memicu pelepasan neurotransmitter seperti dopamin di pusat penghargaan otak. Pelepasan dopamin ini berkontribusi pada perasaan senang dan dapat berfungsi sebagai mekanisme penanggulangan sementara terhadap stres atau kecemasan.
Studi dalam Appetite (2009) oleh Macht dan Dettmer menunjukkan hubungan antara konsumsi makanan nyaman dan regulasi suasana hati.
Efek psikologis ini tidak hanya berasal dari komponen gula tetapi juga dari pengalaman sensorik yang menyenangkan, seperti rasa manis, tekstur, dan aroma.
Meskipun demikian, ketergantungan pada makanan manis untuk mengatasi stres dapat berujung pada pola makan yang tidak sehat jika tidak dikelola dengan baik.
-
Stimulasi Produksi Saliva
Permen keras atau permen karet dapat merangsang produksi air liur, yang sangat bermanfaat bagi individu dengan kondisi mulut kering (xerostomia).
Air liur berperan penting dalam menjaga kesehatan mulut, membersihkan sisa makanan, menetralkan asam, dan melindungi gigi dari karies. Sebuah ulasan dalam British Dental Journal (2014) membahas peran air liur dalam kesehatan oral.
Stimulasi mekanis dan kimiawi dari permen dapat membantu melumasi jaringan mulut, mengurangi ketidaknyamanan, dan membantu proses pencernaan awal. Namun, penting untuk memilih permen bebas gula untuk menghindari risiko kerusakan gigi akibat paparan gula yang berkepanjangan.
-
Pereda Batuk dan Sakit Tenggorokan Ringan
Banyak permen pelega tenggorokan (lozenges) yang pada dasarnya adalah permen yang diformulasikan khusus. Permen ini dapat membantu meredakan batuk dan sakit tenggorokan ringan dengan melapisi tenggorokan dan mengurangi iritasi.
Beberapa permen juga mengandung bahan aktif seperti mentol atau eucalyptus yang memberikan efek menenangkan. Penelitian yang dipublikasikan dalam Cochrane Database of Systematic Reviews (2012) meninjau efektivitas lozenges dalam mengurangi gejala flu dan batuk.
Mekanisme kerjanya adalah dengan meningkatkan produksi air liur yang membantu melembapkan tenggorokan dan mengurangi kekeringan, serta memberikan efek anestesi lokal ringan dari bahan-bahan tertentu. Ini memberikan kenyamanan sementara bagi penderita.
-
Sumber Energi Cepat untuk Aktivitas Fisik
Dalam situasi aktivitas fisik intens atau berkepanjangan, tubuh membutuhkan sumber energi yang cepat tersedia.
Permen yang tinggi gula dapat menyediakan karbohidrat sederhana yang dapat dengan cepat diubah menjadi glukosa, mengisi kembali cadangan glikogen otot dan hati. Ini sangat relevan bagi atlet selama kompetisi atau latihan berat.
Jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise sering mempublikasikan studi tentang nutrisi olahraga.
Glukosa yang cepat diserap dapat membantu menunda kelelahan dan mempertahankan kinerja atletik. Namun, strategi nutrisi ini harus diintegrasikan dalam rencana diet yang lebih luas dan seimbang, serta tidak menggantikan sumber karbohidrat kompleks yang lebih sustainabel.
-
Penanganan Hipoglikemia
Bagi penderita diabetes yang mengalami hipoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah), permen gula adalah pilihan cepat dan efektif untuk menaikkan kadar glukosa darah.
Rekomendasi dari American Diabetes Association (ADA) sering menyarankan konsumsi 15-20 gram karbohidrat sederhana, seperti yang ditemukan dalam beberapa jenis permen. Ini merupakan intervensi medis yang penting untuk mencegah komplikasi serius.
Gula dalam permen diserap dengan cepat ke dalam aliran darah, memberikan respons yang cepat untuk menormalkan kadar glukosa. Penanganan ini harus dilakukan sesuai panduan medis dan merupakan bagian integral dari manajemen diabetes.
-
Distraksi dari Rasa Sakit Ringan atau Ketidaknyamanan
Mengonsumsi permen dapat berfungsi sebagai bentuk distraksi sensorik dari rasa sakit ringan atau ketidaknyamanan. Fokus pada rasa manis, tekstur, dan sensasi mengunyah atau mengisap dapat mengalihkan perhatian dari sensasi yang kurang menyenangkan.
Efek ini lebih bersifat psikologis daripada fisiologis langsung terhadap rasa sakit.
Prinsip distraksi ini sering digunakan dalam perawatan anak-anak selama prosedur medis minor atau dalam situasi yang menimbulkan kecemasan. Sensasi yang menyenangkan dapat memicu pelepasan endorfin yang memiliki efek pereda nyeri ringan.
-
Peningkatan Kewaspadaan
Seperti halnya peningkatan konsentrasi, asupan gula dari permen dapat memberikan dorongan energi yang cepat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kewaspadaan. Efek ini terutama terasa ketika seseorang merasa lesu atau mengantuk.
Glukosa menyediakan bahan bakar cepat bagi sistem saraf pusat. Sebuah studi oleh Smith et al. di Human Psychopharmacology: Clinical and Experimental (1994) menyoroti efek glukosa pada kinerja kognitif dan suasana hati.
Peningkatan kadar gula darah dapat memberikan sensasi "sugar rush" yang sementara mengatasi rasa lelah. Namun, efek ini sering diikuti oleh "sugar crash" ketika kadar glukosa turun kembali, sehingga bukan solusi berkelanjutan untuk kewaspadaan.
-
Sebagai Pembawa Nutrisi Tambahan (Permen Fortifikasi)
Meskipun tidak umum untuk permen konvensional, beberapa produk kembang gula difortifikasi dengan vitamin dan mineral esensial, terutama ditujukan untuk anak-anak di daerah dengan defisiensi nutrisi.
Permen fortifikasi ini dapat menjadi cara yang efektif dan menyenangkan untuk menyampaikan mikronutrien penting. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendukung strategi fortifikasi makanan untuk mengatasi masalah gizi.
Dalam konteks ini, permen berfungsi sebagai kendaraan yang menarik untuk nutrisi, membantu mengatasi masalah kepatuhan pada suplemen tradisional. Ini adalah contoh di mana format makanan yang digemari dapat dimanfaatkan untuk tujuan kesehatan masyarakat.
-
Peningkatan Nafsu Makan pada Kondisi Tertentu
Bagi individu yang mengalami penurunan nafsu makan akibat penyakit, pengobatan, atau kondisi medis lainnya, permen dapat menjadi salah satu cara untuk merangsang asupan kalori.
Rasa manis dan tekstur yang mudah dikonsumsi dapat lebih menarik daripada makanan lain yang kurang menggugah selera. Studi tentang intervensi nutrisi pada pasien dengan anoreksia atau wasting syndrome kadang mempertimbangkan makanan padat energi yang menarik.
Dalam kasus-kasus ini, tujuan utamanya adalah mencegah penurunan berat badan yang lebih parah atau memastikan asupan kalori minimal terpenuhi. Namun, pilihan permen harus dipertimbangkan dengan hati-hati agar tidak memperburuk kondisi kesehatan lain.
-
Fasilitator Interaksi Sosial dan Budaya
Permen seringkali menjadi bagian dari ritual sosial dan budaya, seperti berbagi hadiah, perayaan, atau sebagai bentuk keramahan. Tindakan berbagi permen dapat mempererat ikatan sosial dan menciptakan suasana yang menyenangkan.
Ini adalah aspek penting dari pengalaman manusia yang melampaui nilai gizi semata.
Dalam banyak budaya, permen memiliki makna simbolis dan sering digunakan untuk menandai momen-momen istimewa. Konsumsi permen dalam konteks ini berkontribusi pada kesejahteraan emosional dan sosial individu.
-
Reward dan Motivasi Positif
Dalam psikologi perilaku, permen sering digunakan sebagai penguat positif untuk mendorong perilaku yang diinginkan, terutama pada anak-anak. Memberikan permen sebagai hadiah setelah menyelesaikan tugas atau mencapai tujuan tertentu dapat meningkatkan motivasi.
Prinsip ini didasarkan pada teori pengkondisian operan. Buku-buku teks psikologi perilaku membahas secara ekstensif penggunaan penguat positif.
Penggunaan ini harus dilakukan dengan bijak agar tidak menciptakan asosiasi negatif dengan makanan atau pola makan yang tidak sehat. Namun, sebagai alat sesekali, permen dapat menjadi motivator yang efektif.
-
Penyegar Napas
Permen mint atau permen karet mint dirancang khusus untuk menyegarkan napas. Bahan-bahan seperti mentol atau spearmint dapat menutupi bau mulut dan memberikan sensasi segar di mulut. Ini adalah manfaat praktis yang banyak dicari oleh konsumen.
Efek penyegar napas ini bersifat sementara dan tidak mengatasi akar penyebab bau mulut kronis, namun sangat efektif untuk kesegaran instan. Selain itu, mengunyah permen karet juga dapat membantu membersihkan sisa makanan secara mekanis.
-
Peningkatan Kesenangan Sensorik
Permen menawarkan berbagai pengalaman sensorik yang menyenangkan, mulai dari rasa manis, asam, atau pedas, hingga tekstur yang kenyal, keras, atau meleleh di mulut. Aroma yang beragam juga berkontribusi pada pengalaman ini.
Kesenangan ini dapat meningkatkan kualitas hidup dan memberikan momen relaksasi. Penelitian dalam bidang gastronomi dan psikologi makanan sering meneliti aspek sensorik makanan.
Aspek hedonistik dari konsumsi permen adalah salah satu alasan utama mengapa orang menikmatinya. Pengalaman sensorik yang kaya ini dapat memicu respons positif di otak, meningkatkan suasana hati secara keseluruhan.
-
Peningkatan Kepatuhan Pengobatan (pada Anak)
Pada beberapa kasus, obat-obatan tertentu diformulasikan dalam bentuk yang menyerupai permen atau memiliki rasa manis untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pada anak-anak. Ini memudahkan anak untuk mengonsumsi obat yang mungkin terasa pahit atau tidak enak.
Jurnal Pediatrics sering membahas strategi untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pada populasi anak.
Pendekatan ini sangat penting dalam memastikan anak menerima dosis obat yang tepat untuk penyembuhan. Bentuk dan rasa yang menarik dapat mengubah pengalaman minum obat dari sesuatu yang menakutkan menjadi lebih dapat diterima.
-
Membantu dalam Terapi Bicara atau Mengunyah
Dalam konteks terapi, permen tertentu dapat digunakan sebagai alat bantu untuk melatih otot-otot mulut dan rahang, khususnya pada individu yang menjalani terapi bicara atau terapi mengunyah.
Tekstur dan bentuk permen dapat memberikan resistensi yang diperlukan untuk latihan. Terapis wicara dan okupasi kadang merekomendasikan alat bantu ini.
Penggunaan ini harus di bawah pengawasan profesional kesehatan. Permen yang kenyal atau keras dapat membantu memperkuat otot-otot yang terlibat dalam artikulasi dan proses mengunyah, mendukung rehabilitasi.
-
Mengatasi Mual Ringan
Beberapa jenis permen, terutama yang mengandung jahe atau peppermint, dapat membantu meredakan mual ringan. Permen jahe secara tradisional digunakan untuk mengatasi mual akibat mabuk perjalanan, kehamilan, atau kemoterapi. Studi oleh Borrelli et al.
di Obstetrics & Gynecology (2005) menunjukkan efektivitas jahe dalam mengurangi mual dan muntah kehamilan.
Mekanisme kerjanya melibatkan efek antiemetik dari jahe dan peppermint yang dapat menenangkan saluran pencernaan. Sensasi rasa dan aroma yang kuat juga dapat berfungsi sebagai distraksi dari rasa mual.
-
Stimulasi Memori Episodik dan Nostalgia
Rasa dan aroma tertentu dari permen dapat sangat terkait dengan kenangan masa lalu, memicu memori episodik dan perasaan nostalgia.
Fenomena ini, yang dikenal sebagai 'Proustian moment', menunjukkan bagaimana indra pengecap dan penciuman dapat menjadi pemicu kuat untuk ingatan. Penelitian dalam Memory & Cognition sering mengeksplorasi hubungan antara indra dan memori.
Meskipun bukan manfaat fisiologis langsung, efek psikologis ini dapat memberikan kenyamanan emosional dan perasaan kesejahteraan. Pengalaman sensorik yang menyenangkan dapat membawa kembali kenangan positif, yang memiliki nilai terapeutik tersendiri.