Inilah 29 Manfaat Bawang Merah untuk Kesehatan, Tingkatkan Imunitas Tubuh! - Antasari E-Jurnal

Selasa, 21 Oktober 2025 oleh maharani

Bawang merah (Allium cepa L. Kelompok Aggregatum) adalah salah satu jenis sayuran umbi yang paling umum digunakan dalam berbagai masakan di seluruh dunia, dikenal karena rasanya yang tajam dan aromanya yang khas.

Selain perannya sebagai penyedap rasa, bawang merah telah lama diakui dalam pengobatan tradisional dan modern karena profil nutrisinya yang kaya dan kandungan senyawa bioaktifnya.

Inilah 29 Manfaat Bawang Merah untuk Kesehatan, Tingkatkan Imunitas Tubuh! - Antasari E-Jurnal

Komponen bioaktif ini meliputi flavonoid, seperti quercetin dan antosianin, serta berbagai senyawa organosulfur yang memberikan karakteristik unik pada bawang merah dan bertanggung jawab atas sebagian besar manfaat kesehatannya.

Penelitian ilmiah telah secara konsisten menunjukkan bahwa konsumsi bawang merah dapat memberikan dampak positif pada berbagai sistem tubuh, mendukung kesehatan secara menyeluruh melalui mekanisme antioksidan, anti-inflamasi, dan antimikroba.

manfaat bawang merah untuk kesehatan

  1. Kaya Antioksidan Kuat

    Bawang merah merupakan sumber yang kaya akan antioksidan, termasuk flavonoid seperti quercetin dan antosianin, serta senyawa organosulfur.

    Senyawa-senyawa ini bekerja secara sinergis untuk menetralkan radikal bebas dalam tubuh, molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan berkontribusi pada penuaan serta berbagai penyakit kronis.

    Quercetin, khususnya, telah banyak diteliti karena kemampuannya untuk melindungi sel dari stres oksidatif. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menyoroti potensi antioksidan bawang merah dalam menghambat oksidasi lipid dan protein.

    Perlindungan terhadap kerusakan oksidatif ini sangat penting untuk menjaga integritas sel dan jaringan di seluruh tubuh, sehingga berkontribusi pada pencegahan kondisi degeneratif dan mendukung kesehatan sel secara keseluruhan.

  2. Sifat Anti-inflamasi

    Kandungan quercetin dalam bawang merah berperan sebagai agen anti-inflamasi yang signifikan. Quercetin bekerja dengan menghambat produksi dan pelepasan mediator inflamasi, seperti histamin dan leukotrien, yang terlibat dalam respons peradangan tubuh.

    Penelitian oleh Sharma et al. (2018) menunjukkan bahwa ekstrak bawang merah dapat secara efektif mengurangi penanda inflamasi pada model in vitro dan in vivo.

    Efek ini menjadikan bawang merah bermanfaat dalam mitigasi kondisi inflamasi kronis yang mendasari banyak penyakit.

    Dengan mengurangi peradangan sistemik, konsumsi bawang merah dapat membantu meringankan gejala kondisi seperti radang sendi dan alergi, serta berpotensi mengurangi risiko penyakit yang berkaitan dengan peradangan kronis.

  3. Mendukung Kesehatan Jantung

    Bawang merah berkontribusi pada kesehatan kardiovaskular melalui beberapa mekanisme, termasuk kemampuannya untuk menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida. Senyawa sulfur, seperti allicin dan alliin, diyakini berperan dalam efek hipolipidemik ini.

    Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition menunjukkan bahwa konsumsi bawang merah secara teratur dapat membantu meningkatkan profil lipid darah.

    Selain itu, sifat antioksidan bawang merah melindungi partikel LDL dari oksidasi, sebuah langkah kunci dalam pembentukan plak aterosklerotik.

    Dengan demikian, bawang merah dapat menjadi bagian dari strategi diet untuk mengurangi risiko penyakit jantung koroner dan aterosklerosis, menjaga pembuluh darah tetap sehat dan fungsional.

  4. Membantu Menurunkan Tekanan Darah

    Quercetin dalam bawang merah juga memiliki efek hipotensi, membantu menurunkan tekanan darah. Senyawa ini bekerja dengan menginduksi relaksasi otot polos pada dinding pembuluh darah, sehingga memungkinkan aliran darah yang lebih lancar dan mengurangi resistensi vaskular.

    Sebuah meta-analisis oleh Hsiang et al. (2019) menyimpulkan bahwa suplementasi quercetin dapat secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada individu dengan hipertensi. Efek ini sangat relevan untuk pencegahan dan manajemen hipertensi.

    Meskipun bukan pengganti obat, integrasi bawang merah dalam pola makan dapat menjadi komponen pendukung yang efektif untuk menjaga tekanan darah tetap dalam kisaran normal, mengurangi beban pada sistem kardiovaskular.

  5. Potensi Antikanker

    Bawang merah telah menunjukkan potensi antikanker yang signifikan dalam berbagai penelitian laboratorium dan epidemiologi. Senyawa organosulfur, quercetin, dan antosianin bekerja sama untuk menghambat pertumbuhan sel kanker, menginduksi apoptosis (kematian sel terprogram), dan mencegah metastasis.

    Penelitian yang dilaporkan dalam Cancer Research menunjukkan bahwa ekstrak bawang merah dapat menghambat proliferasi sel kanker usus besar, ovarium, dan hati. Mekanismenya meliputi modulasi jalur sinyal sel dan perlindungan DNA dari kerusakan.

    Meskipun diperlukan lebih banyak penelitian klinis, bukti yang ada menunjukkan bahwa konsumsi bawang merah secara teratur dapat berkontribusi pada pengurangan risiko beberapa jenis kanker, menjadikannya makanan yang berharga dalam diet antikanker.

  6. Regulasi Gula Darah

    Bawang merah dapat membantu mengatur kadar gula darah, menjadikannya bermanfaat bagi individu dengan diabetes atau risiko diabetes. Senyawa sulfur seperti allicin dan alil propil disulfida, serta kromium, berperan dalam meningkatkan sensitivitas insulin dan metabolisme glukosa.

    Sebuah studi yang diterbitkan dalam Phytotherapy Research menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak bawang merah dapat secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah puasa pada pasien diabetes tipe 2. Efek ini membantu tubuh menggunakan insulin lebih efisien.

    Dengan demikian, bawang merah dapat menjadi tambahan yang berguna dalam diet penderita diabetes, membantu mengelola kadar gula darah dan mencegah komplikasi terkait, meskipun tetap harus dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.

  7. Meningkatkan Imunitas Tubuh

    Kandungan vitamin C dan selenium dalam bawang merah berperan penting dalam mendukung sistem kekebalan tubuh. Vitamin C adalah antioksidan kuat yang juga diperlukan untuk produksi dan fungsi sel-sel kekebalan, seperti sel darah putih.

    Selenium, sebagai mineral esensial, berfungsi sebagai kofaktor untuk enzim antioksidan dan penting untuk respons imun yang sehat. Studi menunjukkan bahwa asupan nutrisi ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.

    Konsumsi bawang merah secara teratur dapat membantu memperkuat pertahanan tubuh terhadap patogen, mengurangi frekuensi dan keparahan infeksi umum seperti flu dan pilek.

  8. Mendukung Kesehatan Pencernaan

    Bawang merah mengandung serat prebiotik, terutama fruktan, yang merupakan makanan bagi bakteri baik di usus. Serat ini tidak dicerna oleh tubuh, tetapi difermentasi oleh mikrobiota usus, menghasilkan asam lemak rantai pendek yang bermanfaat.

    Asam lemak rantai pendek ini, seperti butirat, mendukung kesehatan sel-sel usus besar, mengurangi peradangan, dan meningkatkan penyerapan nutrisi. Sebuah ulasan dalam Gut menyoroti pentingnya serat prebiotik untuk keseimbangan mikrobioma usus.

    Dengan memelihara flora usus yang sehat, bawang merah membantu mencegah masalah pencernaan seperti sembelit, meningkatkan motilitas usus, dan berkontribusi pada sistem pencernaan yang berfungsi optimal.

  9. Detoksifikasi Tubuh

    Senyawa organosulfur dalam bawang merah, seperti thiosulfinates, dapat mendukung proses detoksifikasi alami tubuh. Senyawa ini membantu mengaktifkan enzim detoksifikasi fase I dan fase II di hati, yang bertanggung jawab untuk menetralkan dan menghilangkan racun.

    Studi oleh Sridharan et al. (2017) mengindikasikan bahwa senyawa allium dapat meningkatkan aktivitas glutathione S-transferase, enzim kunci dalam detoksifikasi.

    Proses ini sangat penting untuk membersihkan tubuh dari zat berbahaya, baik yang berasal dari lingkungan maupun yang diproduksi secara internal.

    Dengan meningkatkan kapasitas detoksifikasi hati, bawang merah membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat paparan toksin dan menjaga fungsi organ vital tetap optimal.

  10. Meningkatkan Kesehatan Tulang

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bawang merah dapat berkontribusi pada kesehatan tulang. Quercetin dan senyawa sulfur diyakini memiliki efek perlindungan terhadap pengeroposan tulang dengan mengurangi stres oksidatif dan peradangan yang dapat merusak sel-sel tulang.

    Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Bone and Mineral Research menemukan bahwa konsumsi produk allium secara teratur dapat dikaitkan dengan peningkatan kepadatan mineral tulang pada wanita pascamenopause.

    Ini menunjukkan potensi bawang merah dalam mencegah osteoporosis.

    Meskipun bukan pengganti asupan kalsium dan vitamin D, menambahkan bawang merah ke dalam diet dapat menjadi strategi tambahan untuk menjaga kekuatan dan kepadatan tulang seiring bertambahnya usia.

  11. Sifat Antibakteri dan Antijamur

    Bawang merah memiliki sifat antimikroba yang kuat, berkat senyawa organosulfur seperti allicin (meskipun lebih dominan di bawang putih, prekusornya ada di bawang merah) dan quercetin. Senyawa ini dapat menghambat pertumbuhan berbagai bakteri patogen dan jamur.

    Penelitian yang dipublikasikan dalam Applied and Environmental Microbiology menunjukkan bahwa ekstrak bawang merah efektif melawan beberapa strain bakteri, termasuk E. coli dan Salmonella. Ini mendukung penggunaan tradisional bawang merah sebagai agen antiseptik.

    Sifat antimikroba ini menjadikan bawang merah bermanfaat dalam melawan infeksi dan menjaga kebersihan tubuh dari dalam, berkontribusi pada kesehatan umum dan pencegahan penyakit.

  12. Meredakan Gejala Alergi

    Sebagai sumber quercetin, bawang merah dapat berperan sebagai agen antialergi alami.

    Quercetin diketahui memiliki kemampuan untuk menstabilkan sel mast, sel-sel yang melepaskan histamin dan mediator inflamasi lainnya yang menyebabkan gejala alergi seperti gatal, bersin, dan hidung tersumbat.

    Studi in vitro dan in vivo telah menunjukkan bahwa quercetin dapat mengurangi respons alergi dengan menghambat pelepasan histamin. Ini berarti bawang merah dapat membantu meredakan gejala alergi musiman dan respons alergi lainnya.

    Meskipun tidak dapat menggantikan pengobatan alergi yang diresepkan, konsumsi bawang merah dapat memberikan dukungan tambahan dalam mengelola gejala alergi dengan mengurangi reaksi inflamasi tubuh.

  13. Meningkatkan Kesehatan Otak

    Antioksidan dalam bawang merah, terutama quercetin, dapat memberikan perlindungan terhadap kerusakan oksidatif di otak. Stres oksidatif diketahui berperan dalam perkembangan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.

    Penelitian oleh Chen et al. (2020) menunjukkan bahwa quercetin dapat menembus sawar darah otak dan memberikan efek neuroprotektif. Ini membantu menjaga fungsi kognitif dan melindungi neuron dari kerusakan.

    Dengan mengurangi peradangan dan stres oksidatif di otak, bawang merah dapat berkontribusi pada pemeliharaan kesehatan otak jangka panjang, berpotensi mengurangi risiko penurunan kognitif terkait usia.

  14. Kaya Vitamin C

    Bawang merah mengandung vitamin C, sebuah vitamin esensial yang dikenal sebagai antioksidan kuat dan penting untuk berbagai fungsi tubuh. Vitamin C mendukung sistem kekebalan tubuh, membantu sintesis kolagen, dan meningkatkan penyerapan zat besi.

    Asupan vitamin C yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit, gusi, dan pembuluh darah. Studi nutrisi menegaskan peran krusial vitamin ini dalam mencegah penyakit kudis dan mendukung penyembuhan luka.

    Dengan menyediakan sumber vitamin C, bawang merah berkontribusi pada vitalitas umum dan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi serta memperbaiki jaringan yang rusak.

  15. Sumber Vitamin B6

    Bawang merah juga merupakan sumber vitamin B6 (piridoksin) yang baik. Vitamin B6 adalah kofaktor untuk banyak reaksi enzimatik dalam tubuh, berperan penting dalam metabolisme protein, karbohidrat, dan lemak.

    Vitamin B6 juga vital untuk produksi neurotransmiter, yang mendukung fungsi otak dan kesehatan saraf. Kekurangan vitamin B6 dapat menyebabkan masalah neurologis dan anemia.

    Asupan bawang merah dapat membantu memastikan kecukupan vitamin B6, mendukung metabolisme energi, fungsi saraf yang sehat, dan produksi sel darah merah yang optimal.

  16. Mengandung Mineral Penting (Kalium & Mangan)

    Bawang merah menyediakan mineral penting seperti kalium dan mangan. Kalium adalah elektrolit yang krusial untuk menjaga keseimbangan cairan, fungsi saraf, dan kontraksi otot, termasuk otot jantung.

    Mangan berperan sebagai kofaktor untuk berbagai enzim, terlibat dalam metabolisme, pembentukan tulang, dan fungsi antioksidan. Kedua mineral ini esensial untuk menjaga fungsi tubuh yang optimal.

    Dengan memasukkan bawang merah dalam diet, tubuh mendapatkan asupan mineral yang mendukung berbagai proses fisiologis penting, dari pengaturan tekanan darah hingga perlindungan sel.

  17. Meningkatkan Penyerapan Zat Besi

    Kandungan vitamin C dalam bawang merah dapat meningkatkan penyerapan zat besi non-heme (zat besi dari sumber nabati) di saluran pencernaan. Zat besi adalah mineral esensial untuk pembentukan hemoglobin dan transportasi oksigen dalam darah.

    Studi gizi menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan kaya vitamin C bersamaan dengan sumber zat besi nabati dapat secara signifikan meningkatkan bioavailabilitas zat besi. Ini sangat penting bagi vegetarian dan vegan.

    Dengan demikian, bawang merah dapat membantu mencegah anemia defisiensi zat besi, memastikan tubuh memiliki cukup zat besi untuk memproduksi sel darah merah yang sehat dan mengangkut oksigen secara efisien.

  18. Melindungi Kesehatan Mata

    Antioksidan seperti quercetin dalam bawang merah dapat berkontribusi pada perlindungan kesehatan mata. Quercetin telah diteliti karena kemampuannya untuk mengurangi risiko katarak dan degenerasi makula, kondisi mata yang umum terjadi seiring bertambahnya usia.

    Stres oksidatif dan peradangan adalah faktor kunci dalam perkembangan banyak penyakit mata, dan sifat antioksidan serta anti-inflamasi bawang merah dapat membantu melawan efek ini. Penelitian oleh Ganesan et al.

    (2019) menyoroti peran flavonoid dalam kesehatan okular.

    Dengan menjaga sel-sel mata dari kerusakan radikal bebas, bawang merah dapat menjadi bagian dari diet yang mendukung penglihatan yang sehat dan mencegah penyakit mata degeneratif.

  19. Mengurangi Risiko Stroke

    Manfaat bawang merah untuk kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan, termasuk kemampuannya untuk menurunkan tekanan darah dan kolesterol, secara tidak langsung berkontribusi pada pengurangan risiko stroke. Stroke seringkali disebabkan oleh hipertensi atau aterosklerosis.

    Dengan membantu menjaga pembuluh darah tetap elastis dan bersih dari plak, bawang merah mendukung aliran darah yang lancar ke otak. Efek anti-pembekuan darah ringan dari senyawa sulfur juga dapat berperan.

    Oleh karena itu, konsumsi bawang merah sebagai bagian dari diet sehat jantung dapat menjadi strategi preventif yang berharga terhadap kejadian stroke, menjaga kesehatan pembuluh darah serebral.

  20. Mendukung Kesehatan Kulit

    Antioksidan dan vitamin C dalam bawang merah sangat bermanfaat untuk kesehatan kulit. Antioksidan melindungi sel-sel kulit dari kerusakan akibat radikal bebas yang disebabkan oleh paparan sinar UV dan polusi, yang dapat menyebabkan penuaan dini.

    Vitamin C, di sisi lain, esensial untuk produksi kolagen, protein yang menjaga elastisitas dan kekencangan kulit. Asupan yang cukup dari nutrisi ini dapat membantu menjaga kulit tetap muda dan sehat.

    Konsumsi bawang merah secara teratur dapat berkontribusi pada kulit yang lebih cerah, lebih elastis, dan lebih tahan terhadap kerusakan lingkungan, mendukung regenerasi sel kulit yang sehat.

  21. Potensi untuk Kesehatan Rambut

    Beberapa klaim tradisional dan penelitian awal menunjukkan bahwa bawang merah dapat bermanfaat untuk kesehatan rambut dan pertumbuhan. Ini dikaitkan dengan kandungan sulfur yang tinggi, yang merupakan komponen penting dari protein keratin, pembangun rambut.

    Penerapan ekstrak bawang merah secara topikal diyakini dapat meningkatkan sirkulasi darah ke folikel rambut, memberikan nutrisi yang lebih baik dan merangsang pertumbuhan rambut.

    Sebuah studi kecil oleh Sharquie dan Al-Obaidi (2002) menemukan hasil positif untuk alopecia areata.

    Meskipun bukti ilmiah yang kuat masih terbatas dan memerlukan penelitian lebih lanjut, potensi bawang merah dalam mendukung rambut yang sehat dan mencegah kerontokan rambut patut dipertimbangkan.

  22. Sifat Anti-Trombosis

    Senyawa organosulfur dalam bawang merah, seperti adenosin, telah menunjukkan sifat anti-trombosis ringan, yang berarti dapat membantu mencegah pembentukan gumpalan darah yang tidak diinginkan. Ini penting untuk mencegah kondisi seperti trombosis vena dalam dan emboli paru.

    Mekanismenya melibatkan penghambatan agregasi platelet, yang merupakan langkah kunci dalam pembentukan bekuan darah. Studi oleh Ali et al. (2019) mengkonfirmasi efek anti-platelet dari ekstrak allium.

    Dengan mengurangi kecenderungan darah untuk menggumpal, bawang merah dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh pembentukan trombus, mendukung aliran darah yang sehat.

  23. Meningkatkan Kualitas Tidur

    Meskipun bukan efek langsung yang dominan, beberapa komponen dalam bawang merah dapat secara tidak langsung berkontribusi pada kualitas tidur yang lebih baik.

    Misalnya, kandungan magnesium dan kalium yang membantu relaksasi otot dan fungsi saraf yang sehat.

    Selain itu, efek anti-inflamasi dan detoksifikasi bawang merah dapat mengurangi stres fisiologis pada tubuh, yang pada gilirannya dapat memfasilitasi tidur yang lebih nyenyak. Kualitas tidur yang buruk seringkali terkait dengan peradangan sistemik.

    Dengan mendukung kesehatan fisik secara keseluruhan dan mengurangi faktor-faktor pemicu stres internal, bawang merah dapat berperan sebagai bagian dari pola makan yang mendukung ritme tidur yang sehat.

  24. Membantu Mengatasi Anemia

    Seperti disebutkan sebelumnya, bawang merah mengandung vitamin C yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi non-heme. Zat besi adalah komponen kunci hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang mengangkut oksigen.

    Kekurangan zat besi adalah penyebab paling umum anemia. Dengan meningkatkan bioavailabilitas zat besi dari sumber nabati, bawang merah dapat membantu mencegah dan mengatasi anemia defisiensi zat besi.

    Oleh karena itu, memasukkan bawang merah dalam makanan, terutama saat mengonsumsi sumber zat besi nabati, dapat menjadi strategi diet yang efektif untuk menjaga kadar zat besi yang sehat dan mencegah anemia.

  25. Potensi Mengurangi Risiko Katarak

    Quercetin, antioksidan utama dalam bawang merah, telah diteliti karena perannya dalam mencegah perkembangan katarak. Katarak adalah kondisi penglihatan umum yang ditandai dengan penglihatan keruh, seringkali terkait dengan stres oksidatif pada lensa mata.

    Penelitian oleh Varma et al. (2018) menunjukkan bahwa quercetin dapat melindungi lensa mata dari kerusakan oksidatif yang diinduksi oleh glukosa tinggi atau UV. Ini menunjukkan mekanisme perlindungan terhadap pembentukan katarak.

    Meskipun diperlukan penelitian klinis lebih lanjut, konsumsi bawang merah secara teratur dapat menjadi bagian dari pendekatan diet untuk menjaga kesehatan mata dan berpotensi menunda atau mengurangi risiko katarak.

  26. Meningkatkan Kesehatan Prostat

    Beberapa penelitian epidemiologi menunjukkan hubungan antara konsumsi allium (termasuk bawang merah) dan penurunan risiko kanker prostat. Senyawa organosulfur dan flavonoid diyakini memiliki efek kemopreventif.

    Studi oleh Key et al. (2019) meninjau berbagai penelitian dan menemukan bahwa asupan tinggi sayuran allium secara konsisten dikaitkan dengan risiko kanker prostat yang lebih rendah.

    Mekanismenya mungkin melibatkan penghambatan pertumbuhan sel kanker dan induksi apoptosis.

    Meskipun bukan obat, integrasi bawang merah dalam pola makan dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan untuk menjaga kesehatan prostat dan berpotensi mengurangi risiko penyakit yang terkait.

  27. Membantu Mengelola Asma

    Sifat anti-inflamasi dan antialergi dari quercetin dalam bawang merah dapat memberikan manfaat bagi penderita asma. Peradangan saluran napas adalah karakteristik utama asma, dan quercetin dapat membantu meredakannya.

    Studi in vitro menunjukkan bahwa quercetin dapat menghambat pelepasan mediator inflamasi dari sel-sel paru-paru dan mengurangi bronkokonstriksi. Ini berpotensi membantu mengurangi keparahan gejala asma.

    Meskipun bawang merah tidak boleh menggantikan obat asma, konsumsinya dapat menjadi tambahan yang bermanfaat dalam manajemen diet untuk mengurangi peradangan dan mendukung fungsi pernapasan yang lebih baik.

  28. Potensi Antivirus

    Beberapa komponen dalam bawang merah, terutama quercetin, telah menunjukkan aktivitas antivirus dalam penelitian laboratorium. Quercetin diketahui dapat mengganggu replikasi beberapa jenis virus, termasuk beberapa virus pernapasan.

    Mekanismenya melibatkan penghambatan enzim virus dan interaksi dengan protein sel inang yang penting untuk siklus hidup virus. Sebuah tinjauan oleh Jo et al. (2020) membahas potensi quercetin sebagai agen antivirus.

    Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi efek ini pada manusia, potensi antivirus bawang merah menambah daftar manfaat kesehatannya, berpotensi mendukung tubuh dalam melawan infeksi virus.

  29. Mendukung Kesehatan Hati

    Bawang merah dapat mendukung kesehatan hati melalui sifat antioksidan dan detoksifikasinya. Antioksidan membantu melindungi sel-sel hati dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh racun dan metabolisme.

    Senyawa organosulfur membantu mengaktifkan enzim detoksifikasi hati, memfasilitasi pembuangan zat berbahaya dari tubuh. Ini membantu mengurangi beban kerja hati dan mencegah kerusakan sel hati.

    Dengan demikian, konsumsi bawang merah dapat menjadi bagian dari diet yang mendukung fungsi hati yang sehat, membantu organ vital ini menjalankan perannya dalam metabolisme dan detoksifikasi secara efisien.