Inilah 18 Manfaat Makan Brem, Tingkatkan Energi Seketika! - Antasari E-Jurnal
Selasa, 18 November 2025 oleh maharani
Produk fermentasi tradisional Indonesia, yang dikenal sebagai brem, memiliki dua bentuk utama: brem padat dan brem cair. Brem padat, yang umumnya berasal dari sari ketan hasil fermentasi, memiliki tekstur padat, rasa manis-asam, dan aroma khas.
Sementara itu, brem cair adalah minuman beralkohol ringan yang juga dihasilkan dari proses fermentasi ketan, seringkali ditemukan di daerah tertentu seperti Bali.
Proses pembuatan brem melibatkan mikroorganisme, terutama ragi, yang mengubah karbohidrat menjadi alkohol dan asam organik.
Transformasi biokimia ini tidak hanya menciptakan karakteristik rasa dan tekstur yang unik tetapi juga menghasilkan berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan dampak positif bagi kesehatan.
Oleh karena itu, konsumsi makanan atau minuman fermentasi seperti brem seringkali dikaitkan dengan sejumlah keuntungan fisiologis.
manfaat makan brem
-
Mendukung Kesehatan Pencernaan
Konsumsi brem, terutama yang masih mengandung mikroorganisme hidup atau metabolitnya, dapat berkontribusi pada keseimbangan mikrobiota usus.
Mikroorganisme yang terlibat dalam fermentasi berpotensi menghasilkan senyawa yang bermanfaat bagi saluran pencernaan, membantu dalam proses pencernaan makanan dan penyerapan nutrisi.
Studi mengenai makanan fermentasi secara umum, seperti yang dilaporkan dalam jurnal Gut Microbes, seringkali menyoroti peran probiotik dalam menjaga integritas lapisan usus dan mengurangi risiko gangguan pencernaan.
Keberadaan enzim yang dihasilkan selama fermentasi juga dapat meringankan beban kerja sistem pencernaan.
-
Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Kesehatan usus yang optimal memiliki korelasi kuat dengan fungsi sistem kekebalan tubuh yang efisien. Dengan mendukung mikrobiota usus yang seimbang, brem secara tidak langsung dapat memperkuat respons imun tubuh terhadap patogen.
Penelitian oleh para ilmuwan seperti Dr. Emeran Mayer, yang banyak membahas hubungan usus-otak dan usus-imun, menunjukkan bahwa senyawa bioaktif dari makanan fermentasi dapat memodulasi sel-sel kekebalan.
Ini berarti konsumsi brem dapat membantu tubuh dalam mempertahankan diri dari infeksi dan penyakit.
-
Sumber Energi Cepat
Brem padat, yang terbuat dari beras ketan, mengandung karbohidrat dalam jumlah signifikan. Karbohidrat adalah makronutrien utama yang diubah menjadi glukosa, sumber energi primer bagi tubuh dan otak.
Dengan demikian, mengonsumsi brem dapat memberikan dorongan energi yang cepat, menjadikannya pilihan camilan yang bermanfaat untuk mengembalikan stamina. Kandungan gula sederhana yang dihasilkan dari fermentasi juga berkontribusi pada penyediaan energi instan ini.
-
Kaya Akan Vitamin B Kompleks
Proses fermentasi seringkali meningkatkan ketersediaan atau bahkan mensintesis vitamin tertentu, terutama vitamin B kompleks. Ragi yang terlibat dalam pembuatan brem dikenal mampu menghasilkan vitamin B seperti tiamin (B1), riboflavin (B2), dan niasin (B3).
Vitamin B kompleks esensial untuk berbagai fungsi metabolisme, termasuk produksi energi, fungsi saraf, dan pembentukan sel darah merah.
Oleh karena itu, brem dapat menjadi sumber tambahan vitamin penting ini, seperti yang diuraikan dalam publikasi tentang biokimia fermentasi oleh L. P. Van den Berg.
-
Mengandung Mineral Penting
Meskipun dalam jumlah bervariasi, brem dapat mengandung beberapa mineral esensial yang berasal dari bahan baku beras ketan. Mineral seperti kalium, fosfor, dan kalsium berperan vital dalam menjaga kesehatan tulang, fungsi otot, dan keseimbangan elektrolit.
Analisis nutrisi terhadap produk pangan tradisional seringkali mengungkapkan profil mineral yang beragam, tergantung pada kondisi tanah tempat bahan baku ditanam dan metode pengolahan. Dengan demikian, brem dapat melengkapi asupan mineral harian.
-
Sumber Antioksidan Potensial
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa proses fermentasi dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dalam makanan. Senyawa fenolik dan peptida bioaktif yang terbentuk selama fermentasi berpotensi melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Perlindungan antioksidan ini penting untuk mencegah stres oksidatif, yang merupakan faktor risiko berbagai penyakit kronis.
Meskipun penelitian spesifik pada brem masih terbatas, temuan pada makanan fermentasi lainnya, seperti yang diterbitkan di Journal of Agricultural and Food Chemistry, mendukung potensi ini.
-
Membantu Detoksifikasi Tubuh
Meski bukan agen detoksifikasi langsung, dukungan terhadap kesehatan pencernaan dan fungsi hati oleh makanan fermentasi dapat secara tidak langsung membantu proses detoksifikasi alami tubuh. Sistem pencernaan yang sehat memastikan eliminasi limbah yang efisien.
Selain itu, beberapa senyawa bioaktif yang ditemukan dalam makanan fermentasi dapat mendukung fungsi hati, organ utama yang bertanggung jawab atas detoksifikasi. Pendapat ini sejalan dengan prinsip-prinsip nutrisi fungsional yang menekankan peran holistik makanan dalam kesehatan.
-
Meningkatkan Penyerapan Nutrisi
Mikroorganisme dalam makanan fermentasi dapat menghasilkan enzim yang memecah senyawa kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana, sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh. Ini termasuk pemecahan serat dan fitat yang dapat menghambat penyerapan mineral.
Penelitian di bidang nutrisi menunjukkan bahwa fermentasi dapat meningkatkan bioavailabilitas mineral seperti zat besi dan seng, serta vitamin tertentu. Oleh karena itu, konsumsi brem berpotensi mengoptimalkan pemanfaatan nutrisi dari makanan lain yang dikonsumsi.
-
Potensi Efek Menenangkan
Beberapa makanan fermentasi telah dikaitkan dengan produksi neurotransmiter tertentu di usus yang dapat memengaruhi suasana hati dan mengurangi stres.
Meskipun efek ini mungkin lebih menonjol pada makanan fermentasi lain, brem berpotensi memberikan efek serupa melalui jalur usus-otak.
Kesehatan usus yang baik, yang didukung oleh konsumsi makanan fermentasi, diketahui berkorelasi dengan produksi serotonin, neurotransmiter yang berperan dalam regulasi suasana hati.
Hal ini sesuai dengan temuan dalam bidang psikobiotik yang mengeksplorasi hubungan antara mikrobiota usus dan kesehatan mental.
-
Mendukung Kesehatan Tulang
Seperti yang telah disebutkan, brem dapat mengandung kalsium dan fosfor, dua mineral krusial untuk pembentukan dan pemeliharaan tulang yang kuat. Meskipun bukan sumber utama, kontribusinya dapat melengkapi asupan harian.
Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mikrobiota usus yang sehat dapat memengaruhi penyerapan kalsium dan metabolisme vitamin K, yang keduanya penting untuk kesehatan tulang.
Oleh karena itu, manfaat brem bagi pencernaan dapat secara tidak langsung mendukung kekuatan tulang.
-
Potensi Regulasi Gula Darah
Meskipun brem mengandung gula, beberapa studi tentang makanan fermentasi menunjukkan bahwa proses fermentasi dapat memodifikasi indeks glikemik bahan baku. Senyawa bioaktif yang dihasilkan berpotensi memengaruhi respons gula darah setelah makan.
Perlu dicatat bahwa efek ini bervariasi dan bergantung pada jenis brem serta jumlah konsumsi.
Namun, penelitian yang diterbitkan di European Journal of Nutrition sering membahas bagaimana fermentasi dapat menghasilkan produk dengan profil karbohidrat yang lebih kompleks, berpotensi memberikan pelepasan energi yang lebih stabil.
-
Membantu Meningkatkan Nafsu Makan
Secara tradisional, makanan fermentasi sering digunakan untuk merangsang nafsu makan. Rasa asam dan aroma khas brem dapat memicu produksi air liur dan enzim pencernaan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan keinginan untuk makan.
Faktor ini sangat relevan bagi individu yang mengalami penurunan nafsu makan akibat kondisi tertentu. Efek ini lebih bersifat anekdot dan observasional dalam praktik tradisional, namun memiliki dasar fisiologis dalam respons tubuh terhadap stimulasi sensorik.
-
Berpotensi Efek Anti-inflamasi
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa probiotik dan senyawa bioaktif yang ditemukan dalam makanan fermentasi dapat memiliki sifat anti-inflamasi. Ini terjadi melalui modulasi respons imun dan pengurangan produksi sitokin pro-inflamasi di usus.
Peradangan kronis adalah akar dari banyak penyakit, sehingga potensi anti-inflamasi dari brem dapat menjadi manfaat penting.
Studi oleh Dr. Alessio Fasano, yang berfokus pada permeabilitas usus dan peradangan, mendukung gagasan bahwa makanan fermentasi dapat memainkan peran protektif.
-
Mendukung Kesehatan Kulit
Kesehatan kulit seringkali mencerminkan kondisi kesehatan internal tubuh, termasuk kesehatan pencernaan. Dengan mendukung mikrobiota usus yang seimbang dan detoksifikasi, brem secara tidak langsung dapat berkontribusi pada kulit yang lebih sehat.
Penyerapan nutrisi yang lebih baik dan pengurangan peradangan internal juga dapat memanifestasikan dirinya pada kulit yang lebih jernih dan bercahaya. Konsep "gut-skin axis" yang sedang berkembang menunjukkan hubungan erat antara kesehatan usus dan kondisi dermatologis.
-
Sumber Serat (dalam Brem Padat)
Brem padat yang terbuat dari beras ketan, meskipun telah melalui proses fermentasi, masih dapat mempertahankan sebagian serat pangan dari bahan baku aslinya. Serat penting untuk menjaga kesehatan usus, mencegah sembelit, dan mengatur kadar gula darah.
Meskipun fermentasi dapat mengubah struktur serat, beberapa jenis serat tetap ada dan berfungsi sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik di usus. Kontribusi serat ini menambah nilai gizi brem sebagai camilan.
-
Berpotensi Menurunkan Kadar Kolesterol
Beberapa strain bakteri asam laktat, yang sering ditemukan dalam makanan fermentasi, telah diteliti karena kemampuannya untuk membantu menurunkan kadar kolesterol darah. Mekanismenya meliputi pengikatan kolesterol di usus atau modifikasi metabolisme kolesterol.
Meskipun efek ini mungkin tidak signifikan pada semua jenis brem atau individu, potensi ini telah diamati dalam penelitian pada produk fermentasi lainnya. Penelitian oleh K. H.
Kim dan rekan-rekan tentang efek probiotik pada kolesterol memberikan landasan ilmiah untuk klaim ini.
-
Membantu Relaksasi dan Kualitas Tidur
Seperti disebutkan sebelumnya, kesehatan usus yang baik dapat memengaruhi produksi neurotransmiter seperti serotonin, yang merupakan prekursor melatonin (hormon tidur). Dengan demikian, brem secara tidak langsung dapat berkontribusi pada relaksasi dan kualitas tidur yang lebih baik.
Efek menenangkan dari alkohol dalam brem cair juga bisa menjadi faktor, meskipun konsumsi harus dalam batas yang sangat moderat untuk menghindari efek negatif.
Penting untuk diingat bahwa manfaat ini lebih mungkin terjadi pada konsumsi yang bijak dan tidak berlebihan.
-
Menyediakan Probiotik Alami
Sebagai produk fermentasi, brem secara alami mengandung berbagai mikroorganisme hidup, termasuk bakteri asam laktat dan ragi. Mikroorganisme ini, jika bertahan hidup melewati saluran pencernaan, dapat bertindak sebagai probiotik.
Probiotik dikenal untuk menyeimbangkan flora usus, menghambat pertumbuhan bakteri patogen, dan meningkatkan fungsi pencernaan secara keseluruhan. Keberadaan probiotik ini menjadikan brem sebagai makanan fungsional yang berpotensi mendukung kesehatan jangka panjang.