Inilah 16 Manfaat Bekam untuk Kesehatan, Tingkatkan Imun Tubuh Optimal! - Antasari E-Jurnal
Rabu, 15 Oktober 2025 oleh maharani
Terapi bekam, dikenal juga sebagai cupping therapy, merupakan metode pengobatan tradisional yang melibatkan penempatan cangkir khusus pada kulit untuk menciptakan hisapan (vakum).
Teknik ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk bekam kering (hanya hisapan), bekam basah (hisapan diikuti dengan sayatan kecil dan pengeluaran darah), serta bekam api (menggunakan api untuk menciptakan vakum).
Praktik ini telah digunakan selama ribuan tahun dalam berbagai budaya, termasuk dalam pengobatan tradisional Tiongkok, Mesir kuno, dan Timur Tengah, dengan tujuan mempromosikan penyembuhan dan kesejahteraan.
manfaat bekam untuk kesehatan
-
Mengurangi Nyeri Otot dan Sendi
Bekam telah banyak digunakan untuk meredakan nyeri muskuloskeletal, termasuk nyeri punggung bawah, nyeri leher, dan nyeri bahu.
Hisapan yang dihasilkan diyakini dapat meningkatkan aliran darah ke area yang nyeri, membantu mengendurkan otot yang tegang, dan mengurangi peradangan lokal. Sebuah tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam PLoS One oleh Cao et al.
(2012) menemukan bukti yang mendukung efektivitas bekam dalam mengurangi nyeri, terutama nyeri punggung kronis dan nyeri leher.
-
Meningkatkan Sirkulasi Darah
Salah satu efek langsung dari bekam adalah peningkatan sirkulasi darah lokal di area yang diberi terapi. Hisapan menyebabkan pembuluh darah melebar, yang memungkinkan peningkatan aliran darah dan pengiriman oksigen serta nutrisi ke jaringan.
Peningkatan sirkulasi ini juga membantu dalam pembuangan produk limbah metabolik dari sel, yang esensial untuk fungsi jaringan yang optimal.
-
Detoksifikasi Tubuh
Bekam, khususnya bekam basah, dipercaya dapat membantu proses detoksifikasi tubuh dengan mengeluarkan darah statis dan toksin dari bawah permukaan kulit.
Darah yang dikeluarkan seringkali dianggap sebagai darah "kotor" yang mengandung limbah metabolik dan zat-zat lain yang tidak diinginkan.
Meskipun mekanisme ilmiah spesifiknya masih memerlukan penelitian lebih lanjut, praktik ini secara tradisional dikaitkan dengan pembersihan tubuh dari zat berbahaya.
-
Mengurangi Peradangan
Terapi bekam dapat memicu respons anti-inflamasi dalam tubuh. Hisapan dan trauma mikro yang dihasilkan oleh bekam diyakini dapat merangsang respons imun lokal, yang pada gilirannya dapat memodulasi pelepasan sitokin pro-inflamasi dan anti-inflamasi.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Acupuncture and Meridian Studies oleh Kim et al. (2011) menunjukkan potensi bekam dalam mengurangi penanda inflamasi.
-
Meredakan Sakit Kepala dan Migrain
Banyak penderita sakit kepala tegang dan migrain melaporkan adanya perbaikan setelah menjalani terapi bekam.
Penempatan cangkir di area kepala, leher, atau punggung atas dapat membantu mengurangi ketegangan otot, meningkatkan aliran darah ke otak, dan mengurangi tekanan intrakranial.
Efek relaksasi umum dari bekam juga berkontribusi pada pengurangan frekuensi dan intensitas sakit kepala.
-
Mengelola Stres dan Kecemasan
Proses bekam seringkali memiliki efek menenangkan dan relaksasi, yang dapat membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan. Sensasi hisapan dan kehangatan, dikombinasikan dengan lingkungan terapi yang tenang, dapat memicu respons relaksasi pada sistem saraf.
Efek ini mirip dengan pijat terapeutik, yang diketahui dapat menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan produksi endorfin.
-
Meningkatkan Fungsi Kekebalan Tubuh
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bekam dapat merangsang sistem kekebalan tubuh. Hisapan pada kulit dapat memicu respons imun ringan, mirip dengan cara vaksin bekerja, dengan mendorong produksi sel darah putih dan antibodi.
Peningkatan sirkulasi dan detoksifikasi juga dapat mendukung fungsi kekebalan tubuh secara keseluruhan, membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit.
-
Mengatasi Masalah Kulit
Bekam dapat digunakan sebagai terapi pelengkap untuk beberapa kondisi kulit seperti jerawat, eksim, dan selulitis. Peningkatan sirkulasi darah ke area yang diobati dapat membantu membersihkan pori-pori, mengurangi peradangan, dan mempercepat regenerasi sel kulit.
Dalam beberapa kasus, bekam basah dapat membantu menghilangkan nanah atau cairan yang terperangkap di bawah kulit.
-
Meningkatkan Kualitas Tidur
Dengan mengurangi nyeri, meredakan ketegangan otot, dan mempromosikan relaksasi, bekam dapat secara tidak langsung meningkatkan kualitas tidur.
Individu yang menderita nyeri kronis atau stres seringkali mengalami kesulitan tidur, dan dengan meredakan gejala-gejala ini, bekam dapat membantu menciptakan kondisi yang lebih kondusif untuk tidur yang nyenyak.
Efek menenangkan pada sistem saraf juga berperan penting.
-
Mengatur Tekanan Darah
Beberapa studi menunjukkan bahwa bekam dapat membantu dalam pengelolaan hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Mekanisme yang diusulkan termasuk efek relaksasi pada sistem saraf otonom, pengurangan stres, dan potensi untuk membuang kelebihan cairan atau zat yang berkontribusi pada tekanan darah tinggi, terutama dalam konteks bekam basah.
Namun, ini tidak menggantikan pengobatan medis standar untuk hipertensi.
-
Meningkatkan Kinerja Atletik
Para atlet sering menggunakan bekam untuk mempercepat pemulihan otot, mengurangi nyeri otot pasca-latihan (DOMS), dan meningkatkan fleksibilitas. Peningkatan sirkulasi darah dan pengurangan peradangan membantu dalam perbaikan jaringan otot yang rusak setelah aktivitas fisik intens.
Ini dapat memungkinkan atlet untuk berlatih lebih keras dan pulih lebih cepat, seperti yang sering terlihat pada atlet profesional.
-
Membantu Penurunan Berat Badan
Meskipun bukan metode langsung untuk penurunan berat badan, bekam dapat mendukung proses ini secara tidak langsung.
Dengan meningkatkan metabolisme, sirkulasi darah, dan membantu detoksifikasi, bekam dapat menciptakan lingkungan tubuh yang lebih sehat yang kondusif untuk pengelolaan berat badan.
Beberapa praktisi percaya bahwa bekam dapat membantu dalam mengurangi penumpukan lemak lokal, meskipun bukti ilmiah langsung masih terbatas.
-
Meredakan Masalah Pencernaan
Bekam yang diterapkan pada area perut atau punggung dapat membantu meredakan beberapa masalah pencernaan seperti sindrom iritasi usus besar (IBS), sembelit, dan diare.
Stimulasi saraf dan peningkatan aliran darah ke organ pencernaan dapat membantu mengatur motilitas usus dan mengurangi gejala inflamasi. Efek relaksasi juga dapat mengurangi dampak stres pada sistem pencernaan.
-
Mengurangi Gejala Asma dan Alergi
Pada beberapa individu, bekam yang diterapkan pada punggung atau dada dapat membantu mengurangi gejala kondisi pernapasan seperti asma dan alergi.
Diyakini bahwa bekam dapat membantu membuka saluran napas, mengurangi peradangan pada sistem pernapasan, dan meningkatkan fungsi paru-paru. Penelitian oleh Al-Bedah et al. (2016) dalam Journal of Complementary and Alternative Medical Research telah mengeksplorasi potensi ini.
-
Mengatasi Sindrom Kelelahan Kronis
Bekam dapat memberikan manfaat bagi penderita sindrom kelelahan kronis (CFS) dengan mengurangi nyeri, meningkatkan sirkulasi, dan mempromosikan relaksasi.
Gejala CFS seringkali meliputi kelelahan parah, nyeri otot, dan masalah tidur, yang semuanya dapat diringankan oleh efek terapeutik bekam. Peningkatan energi dan perasaan kesejahteraan yang dilaporkan juga berkontribusi pada manajemen kondisi ini.
-
Meningkatkan Kesuburan (pada kasus tertentu)
Dalam beberapa pendekatan holistik, bekam dipercaya dapat mendukung kesuburan, terutama pada wanita, dengan meningkatkan aliran darah ke organ reproduksi dan membantu menyeimbangkan hormon.
Meskipun bukti ilmiah langsung masih terbatas, pengurangan stres dan peningkatan kesehatan umum yang dihasilkan dari bekam dapat secara tidak langsung menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk konsepsi.
Namun, ini harus dianggap sebagai terapi komplementer dan bukan pengganti perawatan medis kesuburan.