27 Manfaat Tak Terduga Makan Laron, Sumber Protein Terbaik! - Antasari E-Jurnal
Senin, 3 November 2025 oleh maharani
Konsumsi serangga, atau entomofagi, merupakan praktik kuno yang masih lestari di berbagai belahan dunia, termasuk di beberapa daerah di Indonesia.
Spesies serangga tertentu, seperti rayap bersayap yang dikenal sebagai laron, telah lama menjadi bagian dari diet tradisional.
Penelitian ilmiah modern mulai menyoroti komposisi nutrisi dan potensi keuntungan kesehatan yang mungkin terkandung dalam serangga ini, menjadikannya subjek menarik untuk eksplorasi lebih lanjut dalam konteks ketahanan pangan dan gizi.
manfaat makan laron
-
Sumber Protein Hewani yang Tinggi
Laron dikenal memiliki kandungan protein yang signifikan, menjadikannya alternatif sumber protein hewani yang potensial. Kandungan protein ini esensial untuk pembangunan dan perbaikan jaringan tubuh, serta produksi enzim dan hormon.
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Insects as Food and Feed seringkali menyoroti bahwa serangga, termasuk laron, dapat memiliki kadar protein setara atau bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan daging konvensional per berat kering.
Asupan protein yang cukup sangat krusial untuk menjaga massa otot, mendukung fungsi kekebalan tubuh, dan mempercepat proses penyembuhan luka.
Dengan profil asam amino esensial yang lengkap, protein dari laron dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian yang diperlukan oleh tubuh, sebagaimana diindikasikan oleh penelitian di bidang nutrisi dan pangan.
-
Kaya Akan Asam Amino Esensial
Protein yang terkandung dalam laron tidak hanya tinggi secara kuantitas, tetapi juga kaya akan asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh.
Asam amino seperti lisin, metionin, dan triptofan sangat penting untuk berbagai fungsi metabolisme dan sintesis protein.
Komposisi asam amino yang lengkap ini menjadikan laron sebagai sumber protein berkualitas tinggi, sebanding dengan protein dari sumber hewani lainnya.
Penelitian oleh Hoffman dan van Zyl (2018) dalam konteks nutrisi serangga menunjukkan bahwa laron dapat menyediakan spektrum asam amino yang dibutuhkan untuk pertumbuhan optimal dan pemeliharaan kesehatan.
Ini menjadikannya pilihan makanan yang berharga, terutama di daerah dengan akses terbatas terhadap sumber protein hewani lainnya.
-
Sumber Lemak Sehat dan Asam Lemak Tak Jenuh
Laron mengandung lemak sehat, termasuk asam lemak tak jenuh ganda dan tunggal, yang penting untuk kesehatan jantung dan fungsi otak.
Asam lemak esensial seperti asam linoleat (omega-6) dan asam alfa-linolenat (omega-3) sering ditemukan dalam komposisi lipidnya. Kandungan lemak ini memberikan energi yang padat dan membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak.
Berbagai studi gizi telah mengidentifikasi bahwa serangga seperti laron dapat menjadi kontributor signifikan terhadap asupan asam lemak esensial.
Misalnya, penelitian oleh Rumpold dan Schlter (2013) menunjukkan bahwa beberapa spesies serangga memiliki profil asam lemak yang menguntungkan, termasuk rasio omega-6 terhadap omega-3 yang seimbang, yang penting untuk mengurangi risiko penyakit kronis.
-
Kandungan Zat Besi yang Tinggi
Anemia defisiensi besi merupakan masalah kesehatan global, dan laron dapat menjadi sumber zat besi heme yang baik.
Zat besi ini esensial untuk pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah, yang bertanggung jawab membawa oksigen ke seluruh tubuh. Konsumsi laron dapat membantu mencegah dan mengatasi defisiensi zat besi.
Studi yang berfokus pada mikronutrien dalam serangga, seperti yang diterbitkan dalam European Journal of Clinical Nutrition, seringkali menunjukkan bahwa laron dapat memiliki kandungan zat besi yang lebih tinggi dibandingkan dengan sumber nabati tertentu.
Bioavailabilitas zat besi dari serangga juga dilaporkan cukup baik, menjadikannya pilihan yang efektif untuk meningkatkan status zat besi.
-
Sumber Mineral Penting Lainnya
Selain zat besi, laron juga menyediakan berbagai mineral penting lainnya seperti seng, magnesium, tembaga, dan fosfor. Seng berperan dalam fungsi kekebalan tubuh dan penyembuhan luka, sementara magnesium penting untuk fungsi otot dan saraf.
Mineral-mineral ini mendukung berbagai proses fisiologis dalam tubuh.
Analisis komposisi nutrisi oleh Srivastava et al. (2009) dan peneliti lainnya telah mengkonfirmasi keberadaan mineral-mineral ini dalam laron.
Asupan mineral yang adekuat dari laron dapat berkontribusi pada kesehatan tulang, metabolisme energi, dan keseimbangan elektrolit, menunjukkan nilai gizi yang komprehensif dari serangga ini.
-
Kaya Akan Vitamin B Kompleks
Laron mengandung berbagai vitamin B kompleks, termasuk B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), dan B12 (kobalamin). Vitamin-vitamin ini sangat penting untuk metabolisme energi, fungsi saraf yang sehat, dan pembentukan sel darah merah.
Kekurangan vitamin B kompleks dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kelelahan dan gangguan neurologis.
Beberapa penelitian mengenai komposisi nutrisi serangga, seperti yang dilakukan oleh Payne (2014), menunjukkan bahwa laron dapat menjadi sumber vitamin B yang substansial.
Terutama vitamin B12, yang umumnya sulit ditemukan dalam makanan nabati, menjadikan laron sebagai sumber yang berharga bagi vegetarian atau vegan yang mengizinkan konsumsi serangga.
-
Potensi Antioksidan Alami
Beberapa studi awal menunjukkan bahwa serangga, termasuk laron, mungkin mengandung senyawa antioksidan. Antioksidan berperan penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, yang dapat menyebabkan penuaan dini dan berbagai penyakit kronis.
Keberadaan senyawa fenolik atau flavonoid dalam serangga sedang terus diteliti.
Meskipun penelitian spesifik pada laron masih terbatas, temuan pada spesies serangga lain yang serupa menunjukkan adanya aktivitas antioksidan.
Misalnya, studi yang diterbitkan dalam Food Chemistry telah mengidentifikasi potensi antioksidan pada beberapa serangga yang dapat dikonsumsi, menunjukkan bahwa laron juga mungkin memiliki manfaat serupa dalam melawan stres oksidatif.
-
Mendukung Kesehatan Pencernaan
Serangga secara umum, termasuk laron, seringkali mengandung serat makanan dalam bentuk kitin, komponen utama eksoskeletonnya. Meskipun kitin adalah serat yang tidak dapat dicerna, ia dapat bertindak sebagai prebiotik, mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus.
Hal ini dapat meningkatkan kesehatan mikrobioma usus dan fungsi pencernaan secara keseluruhan.
Peran kitin sebagai serat prebiotik telah diinvestigasi dalam beberapa penelitian gizi. Manfaatnya termasuk peningkatan volume feses, pencegahan sembelit, dan potensi modulasi sistem kekebalan tubuh melalui usus.
Dengan demikian, konsumsi laron dapat berkontribusi pada ekosistem usus yang seimbang dan sehat, sebagaimana diulas oleh Scholliers et al. (2017).
-
Sumber Energi yang Efisien
Kombinasi protein dan lemak dalam laron menjadikannya sumber energi yang padat dan efisien.
Kandungan kalori yang cukup tinggi per porsi dapat memberikan dorongan energi yang berkelanjutan, sangat berguna bagi individu dengan aktivitas fisik tinggi atau di daerah dengan keterbatasan pangan.
Energi ini dilepaskan secara bertahap, menghindari lonjakan gula darah yang drastis.
Dalam konteks diet tradisional, laron seringkali dikonsumsi sebagai makanan penguat atau camilan berenergi tinggi. Komposisi makronutriennya yang seimbang mendukung metabolisme energi yang optimal.
Oleh karena itu, laron dapat menjadi bagian dari diet yang menunjang kebutuhan energi harian, sebagaimana dijelaskan dalam literatur etnoentomologi.
-
Potensi Anti-inflamasi
Beberapa komponen bioaktif yang ditemukan dalam serangga mungkin memiliki sifat anti-inflamasi.
Meskipun penelitian pada laron masih dalam tahap awal, beberapa asam lemak tak jenuh tertentu dan senyawa lain yang ditemukan dalam serangga telah menunjukkan efek modulasi respons inflamasi.
Mengurangi peradangan kronis merupakan kunci untuk mencegah berbagai penyakit.
Studi pada model hewan dan kultur sel telah menunjukkan bahwa ekstrak dari serangga tertentu dapat mengurangi produksi mediator inflamasi.
Jika sifat ini terkonfirmasi pada laron, konsumsinya dapat berkontribusi pada pengurangan risiko penyakit yang berkaitan dengan peradangan, sebagaimana dibahas dalam ulasan tentang potensi farmakologis serangga.
-
Mendukung Kesehatan Tulang
Kandungan mineral seperti kalsium, fosfor, dan magnesium dalam laron sangat penting untuk menjaga kepadatan dan kekuatan tulang. Kalsium dan fosfor adalah komponen utama matriks tulang, sedangkan magnesium berperan dalam aktivasi vitamin D dan penyerapan kalsium.
Asupan yang cukup dari mineral ini dapat membantu mencegah osteoporosis.
Analisis nutrisi serangga oleh FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian PBB) seringkali menyoroti kontribusi signifikan serangga terhadap asupan mineral.
Dengan menyediakan kombinasi mineral yang sinergis, laron dapat menjadi bagian dari strategi diet untuk memelihara kesehatan tulang sepanjang hidup, sebagaimana disimpulkan dari data komposisi gizi.
-
Alternatif Pangan Berkelanjutan
Meskipun bukan manfaat langsung bagi tubuh, konsumsi laron secara tidak langsung mendukung keberlanjutan lingkungan yang pada gilirannya berdampak positif pada kesehatan manusia jangka panjang.
Produksi serangga membutuhkan lebih sedikit lahan, air, dan pakan dibandingkan dengan ternak konvensional, serta menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah. Ini menawarkan solusi untuk masalah keamanan pangan global.
Laron, sebagai bagian dari entomofagi, merupakan contoh pangan berkelanjutan yang dapat mengurangi jejak ekologis produksi makanan.
Pendekatan ini relevan dalam menghadapi perubahan iklim dan pertumbuhan populasi dunia, sebagaimana ditekankan dalam laporan PBB dan studi ekologi pangan. Dengan demikian, konsumsi laron mendukung sistem pangan yang lebih sehat untuk planet ini dan manusia.
-
Meningkatkan Asupan Serat
Eksoskeleton laron, yang terbuat dari kitin, merupakan sumber serat makanan yang unik. Serat ini, meskipun tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia, berkontribusi pada volume feses dan dapat membantu melancarkan sistem pencernaan.
Peningkatan asupan serat secara umum telah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker.
Meskipun serat kitin berbeda dari serat nabati, perannya dalam kesehatan usus sedang dipelajari secara aktif. Serat diet yang adekuat sangat penting untuk menjaga keteraturan buang air besar dan mendukung mikrobiota usus yang sehat.
Dengan demikian, laron dapat menjadi kontributor yang tidak terduga terhadap kebutuhan serat harian, sebagaimana dijelaskan dalam penelitian tentang serat serangga.
-
Potensi Antivirus dan Antibakteri
Beberapa studi awal menunjukkan bahwa serangga dapat menghasilkan peptida antimikroba atau senyawa lain dengan aktivitas antivirus dan antibakteri. Peptida ini merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh serangga dan mungkin memiliki potensi terapeutik saat dikonsumsi.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi efek ini pada laron secara spesifik.
Meskipun bukti langsung pada laron masih berkembang, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Proteomics telah mengidentifikasi berbagai peptida antimikroba dari spesies serangga lain.
Jika laron juga memiliki senyawa serupa, konsumsinya berpotensi menawarkan manfaat dalam melawan infeksi, meskipun ini masih merupakan area penelitian aktif dan bukan klaim medis yang terbukti.
-
Mendukung Kesehatan Mata
Kandungan vitamin A atau prekursornya, seperti beta-karoten, yang mungkin ada dalam laron dapat mendukung kesehatan mata. Vitamin A sangat penting untuk penglihatan yang baik, terutama dalam kondisi cahaya redup, dan untuk menjaga kesehatan kornea.
Defisiensi vitamin A merupakan penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah di negara berkembang.
Meskipun data spesifik pada laron mungkin terbatas, beberapa serangga lain telah diidentifikasi sebagai sumber vitamin A yang baik.
Jika laron memiliki profil nutrisi serupa, konsumsinya dapat berkontribusi pada pemeliharaan penglihatan yang optimal dan perlindungan terhadap gangguan mata, sebagaimana disarankan oleh penelitian gizi serangga secara umum.
-
Potensi Neuroprotektif
Asam lemak omega-3 dan vitamin B kompleks yang ditemukan dalam laron memiliki peran penting dalam kesehatan otak dan fungsi saraf.
Asam lemak omega-3 dikenal mendukung perkembangan otak dan dapat memiliki efek neuroprotektif, sementara vitamin B kompleks esensial untuk produksi neurotransmiter dan integritas mielin. Konsumsi laron berpotensi mendukung kesehatan kognitif.
Penelitian tentang nutrisi otak secara konsisten menunjukkan bahwa asupan nutrisi ini sangat penting untuk mencegah penurunan kognitif dan mendukung fungsi memori.
Dengan demikian, laron dapat menjadi bagian dari diet yang bertujuan untuk menjaga kesehatan neurologis, sebagaimana diulas dalam literatur tentang nutrisi dan kesehatan otak.
-
Membantu Regulasi Gula Darah
Kandungan protein dan serat dalam laron dapat membantu mengatur kadar gula darah. Protein memperlambat penyerapan glukosa, sementara serat dapat menstabilkan respons glikemik setelah makan.
Ini berpotensi bermanfaat bagi individu yang ingin mengelola kadar gula darah mereka atau mencegah risiko diabetes tipe 2.
Diet tinggi protein dan serat telah lama dikaitkan dengan kontrol glikemik yang lebih baik.
Dengan profil nutrisi ini, laron dapat berkontribusi pada diet yang seimbang untuk menjaga kadar gula darah stabil, sebagaimana didukung oleh prinsip-prinsip gizi dalam manajemen diabetes. Namun, studi langsung pada laron untuk efek ini masih diperlukan.
-
Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Kombinasi protein, seng, vitamin B kompleks, dan potensi antioksidan dalam laron bekerja secara sinergis untuk mendukung sistem kekebalan tubuh.
Protein diperlukan untuk produksi antibodi dan sel-sel kekebalan, seng penting untuk fungsi sel T, dan vitamin B membantu respons imun. Kekebalan yang kuat adalah kunci untuk melawan infeksi dan penyakit.
Nutrisi yang adekuat merupakan fondasi dari sistem kekebalan yang responsif. Penelitian gizi telah secara luas menunjukkan bahwa defisiensi mikronutrien dapat melemahkan kekebalan.
Oleh karena itu, konsumsi laron yang kaya nutrisi dapat berperan dalam memperkuat pertahanan tubuh terhadap patogen, sebagaimana dijelaskan dalam ulasan tentang nutrisi imun.
-
Potensi Detoksifikasi
Beberapa penelitian menyarankan bahwa serat kitin, yang ditemukan dalam eksoskeleton laron, mungkin memiliki kemampuan untuk mengikat racun dan logam berat di saluran pencernaan.
Dengan mengikat zat-zat berbahaya ini, kitin dapat membantu pengeluaran mereka dari tubuh, sehingga berpotensi mendukung proses detoksifikasi alami. Namun, mekanisme dan efektivitas ini memerlukan studi lebih lanjut.
Meskipun kitin dikenal sebagai bahan penyerap, efek detoksifikasinya pada manusia yang mengonsumsi laron masih menjadi subjek penelitian.
Potensi ini menunjukkan bahwa laron dapat memberikan manfaat di luar nutrisi dasar, sebagaimana diindikasikan oleh penelitian tentang sifat fungsional kitin, meskipun klaim ini harus diinterpretasikan dengan hati-hati.
-
Sumber Kolagen atau Peptida Kolagen
Meskipun belum sepenuhnya terbukti pada laron secara spesifik, beberapa serangga diketahui mengandung kolagen atau peptida kolagen dalam jumlah tertentu, terutama di bagian eksoskeleton dan jaringan ikat. Kolagen sangat penting untuk kesehatan kulit, sendi, dan tulang.
Jika laron mengandung senyawa ini, konsumsinya dapat mendukung integritas struktural tubuh.
Penelitian tentang sumber kolagen alternatif sedang berkembang, dan serangga menjadi salah satu kandidat.
Jika laron terbukti menjadi sumber kolagen yang signifikan, ia dapat menawarkan manfaat untuk elastisitas kulit, kekuatan rambut dan kuku, serta kesehatan sendi, sebagaimana dijelaskan dalam studi tentang bioaktivitas kolagen dari sumber non-tradisional.
-
Mendukung Kesehatan Rambut dan Kuku
Protein berkualitas tinggi, seng, dan vitamin B kompleks yang melimpah dalam laron adalah nutrisi penting untuk pertumbuhan dan kesehatan rambut serta kuku.
Protein membentuk struktur dasar, seng mendukung sintesis protein dan pertumbuhan sel, sementara vitamin B kompleks berkontribusi pada sirkulasi darah ke folikel rambut dan matriks kuku. Asupan nutrisi ini dapat mencegah kerapuhan dan mempercepat pertumbuhan.
Defisiensi nutrisi tertentu seringkali bermanifestasi pada masalah rambut dan kuku. Dengan menyediakan spektrum nutrisi yang relevan, konsumsi laron dapat berkontribusi pada penampilan yang sehat dan kuat pada rambut serta kuku, sebagaimana diakui dalam dermatologi nutrisi.
Ini merupakan manfaat estetika yang didukung oleh dasar ilmiah gizi.
-
Potensi Sebagai Agen Penurun Kolesterol
Asam lemak tak jenuh yang ditemukan dalam laron, terutama omega-3 dan omega-6, dapat berperan dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL).
Selain itu, serat kitin juga dapat membantu mengikat kolesterol di saluran pencernaan dan mencegah penyerapannya. Efek ini dapat berkontribusi pada kesehatan kardiovaskular.
Penelitian gizi menunjukkan bahwa diet kaya asam lemak tak jenuh dan serat dapat memodulasi profil lipid darah.
Meskipun studi langsung pada laron masih diperlukan untuk mengkonfirmasi efek ini, potensi tersebut menjadikannya subjek menarik untuk penelitian lebih lanjut dalam manajemen dislipidemia, sebagaimana dibahas dalam literatur kardiologi nutrisi.
-
Sumber Asam Nukleat
Laron, seperti semua organisme hidup, mengandung asam nukleat (DNA dan RNA) yang merupakan blok bangunan genetik.
Meskipun tidak dianggap sebagai nutrisi esensial dalam jumlah besar, asam nukleat dapat berperan dalam mendukung metabolisme seluler dan perbaikan sel. Konsumsi asam nukleat telah dikaitkan dengan manfaat untuk sistem kekebalan tubuh dan pertumbuhan.
Beberapa penelitian telah mengeksplorasi manfaat kesehatan dari asupan asam nukleat tambahan, terutama pada kondisi stres atau pertumbuhan cepat.
Meskipun kontribusi laron terhadap total asupan asam nukleat mungkin kecil, ia tetap merupakan komponen bioaktif yang ada, sebagaimana dijelaskan dalam biokimia nutrisi.
-
Mendukung Produksi Hormon
Protein, lemak sehat, dan berbagai mikronutrien dalam laron adalah prekursor atau kofaktor penting untuk sintesis berbagai hormon dalam tubuh.
Misalnya, kolesterol (dari lemak) adalah bahan dasar untuk hormon steroid, sementara seng dan vitamin B kompleks terlibat dalam regulasi hormon tiroid dan hormon reproduksi. Keseimbangan hormonal yang baik sangat penting untuk fungsi tubuh yang optimal.
Asupan nutrisi yang adekuat sangat mendasar untuk sistem endokrin yang sehat. Dengan menyediakan nutrisi yang beragam, laron dapat berkontribusi pada produksi dan regulasi hormon yang seimbang, sebagaimana didukung oleh prinsip-prinsip endokrinologi nutrisi.
Ini dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatan, mulai dari metabolisme hingga suasana hati.
-
Potensi Antikanker
Beberapa senyawa bioaktif yang ditemukan dalam serangga, termasuk antioksidan dan peptida tertentu, sedang diteliti untuk potensi antikankernya.
Meskipun klaim ini bersifat spekulatif dan memerlukan penelitian ekstensif, perlindungan sel dari kerusakan radikal bebas dan modulasi jalur sinyal seluler merupakan mekanisme yang relevan. Penelitian pada laron secara spesifik masih sangat terbatas di bidang ini.
Studi in vitro dan pada hewan telah menunjukkan bahwa ekstrak dari serangga tertentu dapat menghambat pertumbuhan sel kanker atau menginduksi apoptosis.
Jika laron juga memiliki senyawa dengan sifat serupa, konsumsinya berpotensi menawarkan manfaat sebagai bagian dari strategi pencegahan kanker. Namun, penting untuk menekankan bahwa ini adalah area penelitian awal dan bukan rekomendasi medis yang terbukti.
-
Mudah Dicerna (Bagi Sebagian Orang)
Meskipun eksoskeleton kitin mungkin menantang bagi sebagian sistem pencernaan, protein dan lemak dalam laron seringkali dianggap mudah dicerna oleh tubuh manusia. Struktur protein yang relatif sederhana pada serangga dapat memungkinkan penyerapan nutrisi yang efisien.
Tingkat pencernaan dapat bervariasi antar individu dan tergantung pada metode persiapan.
Bioavailabilitas nutrisi dari serangga merupakan area penelitian penting. Beberapa studi menunjukkan bahwa protein serangga memiliki daya cerna yang baik, sebanding dengan sumber protein hewani lainnya, sebagaimana dilaporkan dalam British Journal of Nutrition.
Ini berarti nutrisi dari laron dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh tubuh, berkontribusi pada efisiensi gizi.
-
Meningkatkan Kualitas Tidur
Kandungan triptofan, asam amino esensial yang ditemukan dalam protein laron, adalah prekursor serotonin dan melatonin. Serotonin adalah neurotransmiter yang penting untuk suasana hati yang baik, sementara melatonin adalah hormon yang mengatur siklus tidur-bangun.
Asupan triptofan yang cukup dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi masalah insomnia.
Diet yang kaya triptofan telah lama dikaitkan dengan peningkatan kualitas tidur dan relaksasi. Dengan menyediakan sumber triptofan, konsumsi laron dapat secara tidak langsung mendukung produksi hormon-hormon ini, sehingga berkontribusi pada pola tidur yang lebih sehat.
Ini merupakan manfaat yang didukung oleh fisiologi nutrisi dan neurokimia.